<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171</id><updated>2011-10-05T13:10:06.338+04:00</updated><title type='text'>Ruang Kontemplasi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-4169062813946696528</id><published>2009-11-18T06:59:00.000+04:00</published><updated>2009-11-18T07:01:31.475+04:00</updated><title type='text'>UN Dimajukan Bukan Solusi Ideal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Oleh: Iqro’ Alfirdaus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pelaksanaan UN (Ujian Nasioanl) 2009/2010 yang rencananya mau dimajukan tampaknya hanya akan mengulangi kesalahan tahun ajaran sebelumnya. Pada tahun ajaran 2008/2009, banyak siswa, guru dan orangtua merasa resah ketika mendapat informasi pelaksanaan ujian nasional (UN) dipercepat, sedangkan persiapan mereka belum matang dan materi pelajaran belum seluruhnya disampaikan kepada siswa (Kompas,17/10/08).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Pada tahun ajaran 2008/2009, UN wajar dipercepat karena dikhawatirkan bertabrakan dengan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) April 2009. Sementara pada UN 2010 mendatang, penyebab dimajukannya UN lebih cenderung terhadap adanya perubahan sistem, yaitu karena ada kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), yakni UN dilaksankan dua kali, yang terdiri dari UN utama dan UN ulangan. Dengan kata lain, Bagi siswa yang tidak lulus pada UN utama maka bisa mengulang pada UN tahap kedua. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Hal itulah yang menjadi landasan mengapa UN mendatang dipercepat, mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No.75/2009 tentang UN SMP/MTs, SMP Luar Biasa, SMA/MA, SMA Luar Biasa, dan SMK Tahun Ajaran 2009/2010. Sehingga, pelaksanaan UN yang semestinya april atau pada awal mei menjadi bulan maret. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Masalahnya adalah pemerintah lambat dalam memberikan informasi ihwal dimajukannya pelaksanaan UN 2010. Dalam hal ini, pemerintah nampaknya tidak mau belajar terhadap pengalaman UN tahun kemarin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Fenomena UN sepatutnya diletakkan dalam tataran yang lebih serius diperhatikan, karena hal ini menyangkut penentuan nasib siswa kelas akhir. Pelaksanaan UN mestinya direncanakan secara matang, intensif dan dilaksanakan setelah melalui observasi mengenai kesiapan di lapangan. Hal tersebut mengingat dampaknya yang sangat luas, tidak hanya semata terhadap siswa kelas akhir, tetapi lebih-lebih terhadap kredebilitas pemerintah dalam upaya menyukseskan pendidikan nasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Pada UN 2010, terdapat kebijakan-kebijakan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Selain UN dilaksanakan dua kali, ada juga kebijakan baru yaitu sistem exchange place dalam penyelenggaraan UN. Adalah sistem silang siswa dalam satu rayon (Pasal 14 Permendiknas No. 75/2009). Tegasnya, para siswa dalam suatu sekolah akan melaksanakan UN di sekolah yang berbeda. Mereka akan berbaur dengan siswa dari sekolah lain dalam satu kecamatan/kabupaten. Hal itu dilakukan untuk menghindari kecurangan yang dilakukan antara sekolah dengan siswa maupun antara siswa  yang selama ini masih terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Kalau mau menyorot lebih mendalam, kebijakan-kebijakan baru yang ditetapkan tersebut sebenarnya gandrung akan menimbulkan dan melahirkan persoalan lain yang lebih akut. Dengan ujian ulangan yang diyakini memberikan solusi konstruktif, menurut penulis justru mampu menumbuhkan rasa malas dalam diri siswa. Siswa akan berpikir enteng dan bermalas-malas dalam belajar karena masih ada ujian ulangan yang memungkinkan mereka untuk mengikutinya. Padahal sejatinya, nilai inti (core value) dari ujian adalah untuk menumbuhkan dan meningkatkan antusias belajar siswa dalam proses belajar, bukan rasa malas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Jika rasa malas yang justru tumbuh dalam pribadi siswa maka eksistensi ujian untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran dan mengukur mutu pendidikan menjadi hampa dan gagal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Kedua, fenomena lain yang mengecewakan adalah lambatnya informasi penyelenggaraan UN yang dimajukan. Hal itu jelas akan merugikan segenap guru dan murid. Dengan waktu yang minim tersebut, maka proses pembelajaran menjadi kurang efektif, kurang intensif, tidak maksimal dan akan menguras tenaga yang banyak. Bukankah yang terakhir ini merupakan konsekuensi riskan yang mengancam kondisi tubuh para siswa jika mereka menjadi sakit dan tidak bisa mengikuti ujian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Tegasnya, yang menjadi persoalan adalah dalam sisi kesiapan para siswa dalam menghadapi ujian. Apalagi untuk mendapatkan nilai yang baik dan memuaskan, diperlukan persiapan yang matang dan intensif. Sehingga dengan waktu yang minim, persiapan siswa menjadi tidak maksimal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Akan tetapi, jika UN harus tetap demikian adanya, maka alternatif yang solutif adalah guru dan siswa setidaknya mengupayakan mengatur waktu sebaik mungkin untuk persiapan menghadapi UN. Mereka dituntut ekstra dalam mendalami materi secara intensif dan efisien waktu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Persoalan ketiga adalah adanya sistem exchange place yang bertujuan untuk menghindari kecurangan yang dilakukan antara sekolah dengan siswa maupun antar siswa. Kebijakan tersebut nampaknya bukan solusi yang cemerlang. Sebab, dengan dimajukannya UN, potensi kecurangan antara sekolah dengan sekolah lain dan sekolah dengan siswa melalui bocoran soal cukup potensial, apalagi sistem exchange place lingkupnya masih dalam satu kecamatan/kabupaten. Ini masih berpotensi terhadap adanya kerjasama antar sekolah. Hal tersebut dilatarbelakangi karena minimnya waktu untuk persiapan menghadapi ujian ditambah alasan menjaga reputasi sekolah sehingga khawatir banyak anak didiknya tidak lulus. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Ketika tingkat ketidaklululusan anak didiknya rendah, maka pihak sekolah menjadi bangga dan reputasi sekolah tetap terjaga, walaupun harus melakukan pembunuhan karakter dan kejujuran terhadap anak didik dengan membantu mereka memberi jawaban. Ini sangat jauh dari tujuan pendidikan kita yang  mencakup manusia seutuhnya, baik itu pendidikan intelektualitas, moralitas (nilai-nilai), dan budi pekerti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Dalam konteks kini, pendidikan hanya dilihat sebatas angka, lulus atau tidak lulus, sementara nilai-nilai luhur pendidikan dilupakan. Padahal pendidikan sejatinya bersifat mengasuh, melindungi dan meneladani. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-4169062813946696528?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/4169062813946696528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=4169062813946696528&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/4169062813946696528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/4169062813946696528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2009/11/un-dimajukan-bukan-solusi-ideal.html' title='UN Dimajukan Bukan Solusi Ideal'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-4569769778235198877</id><published>2009-11-04T12:05:00.001+04:00</published><updated>2009-11-04T12:08:35.034+04:00</updated><title type='text'>Film Menculik Miyabi dan Kapitalisme</title><content type='html'>Film yang berjudul Menculik Miyabi kalau sukses akan dirilis oleh Maxima Picture pada akhir tahun 2009 ini. Respon terhadap rencana film tersebut banyak menuai opini pro dan kontra di masyarakat. Juga ihwal kedatangannya ke Indonesia  pada tanggal 15 oktober besok untuk memulai syuting. &lt;br /&gt;Kedatangannya pada bulan oktober ini menimbulkan reaksi serius dari berbagai pihak. Hal itu disebabkan karena salah seorang pemain dalam film itu merupakan bintang ternama dalam film syur yang telah go public di Jepang, Maria Ozawa.&lt;br /&gt;Kedatangan Maria Ozawa atau yang populer dengan nama Miyabi ke Indonesia untuk syuting film Menculik Miyabi sebenarnya tak perlu ditanggapi secara paradoks dan parsial. Publik perlu menyikapinya secara out off box. Tegasnya, dalam memandang suatu persoalan tidak hanya pada satu sisi (monolitik), melainkan dari berbagai multidimensi.&lt;br /&gt;Masalah film Menculik Miyabi esensinya berbicara masalah tokoh (peran). Karena latar belakang Miyabi itulah banyak mengundang kontroversi di masyarakat. Di sisi lain, masalah tersebut merupakan persoalan sihir bisnis. Insan perfilman tampaknya memanfaatkan kepopuleran Miyabi demi mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dan film tersebut akan laku atau bahkan laris di pasaran. Walaupun, dalam proses produksi film tersebut juga mengeluarkan biaya yang banyak, apalagi untuk mendatangkan bintang populer seperti Miyabi. Persoalan ini sebenarnya merupakan persoalan strategi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Industri film memang industri yang padat modal. Di Indonesia, untuk membuat film dengan bahan baku 35 mm, diperlukan biaya sekitar 3-5 miliar, bahkan ada yang lebih, seperti film Ada Apa dengan Cinta (AAC) yang meghabiskan dana sekitar 10 miliar. &lt;br /&gt;Menurut salah seorang produser sebuah PH (Production House), bisnis film di Indonesia adalah bisnis yang tidak visibel. Artinya, bisnis tersebut tidak menjanjikan dibandingkan dengan bisnis perbankan atau valas. Modal yang berputar tidak akan kembali dalam hitungan hari atau minggu, tetapi butuh waktu beberapa bulan bahkan tahunan. Akhirnya, industri film di Indonesia hanya dikuasai oleh segelintir orang pemilik modal. Merekalah yang dengan sesuka hati membentuk persepsi masyarakat tentang nilai-nilai baik dan benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambivalen&lt;br /&gt;Film Menculik Miyabi, selain mengundang pro dan kontra di masyarakat, ternyata juga menimbulkan sikap ambivalen sebagian orang. Satu sisi, realitas tersebut merupakan chaos bahwa kapitalisme menyusup di industri perfilman kita di Indonesia. Dan, tak dapat dielakkan jika industri film menjadi sirkuit produksi yang sangat subur dan strategis bagi kaum kapitalis. &lt;br /&gt;Sedangkan di sisi lain, fenomena tersebut menunujukkan eksistensi daya kreativitas dan progresivitas dunia perfilman kita di Indonesia yang perlu diapresiasi. Akan tetapi, beban inilah yang seharusnya dipikul oleh industri film dan seluruh atmosfirnya seperti penulis skenario, sutradara dan produser. Mereka dituntut untuk menghasilkan film yang berkualitas, edukatif, kreatif dan memberikan sumbangsi konstruktif dalam mencerdaskan bangsa. Bukan justru menafikan unsur terpenting dalam sebuah film.&lt;br /&gt;Hal tersebut menjadi penting karena, secara sadar atau tidak sebagian masyarakat kita sebenarnya telah terbiasa mengambil bagian dalam suatu tayangan film dan mereproduksi bahkan pengkultusan terhadapnya. Dan sangat riil, bahwa film  memiliki daya yang mampu membius life style kelompok besar masyarakat yang mengonsumsinya. Hal yang membuat pengaruh film begitu kuat bagi masyarakat adalah karena ia terbangun dari sejumlah elemen penting, di antaranya adalah globalisasi, komunikasi, informasi, hiburan, dan komersialisme.&lt;br /&gt;Implikasi sosialnya mampu melahirkan realitas trendsetter (pengkiblatan).  Sebagai hasil ikutannya, aktor dan aktris film menjadi figur baru di tengah gempuran modernisasi. Kehadiran mereka di dunia film dengan berbagai life style yang dibawanya menginspirasi publik untuk berobsesi kehadiran mereka pula dalam kehidupan praktis sebagai model. Inilah realitas yang benar-benar nyata di masyarakat.&lt;br /&gt;Sebab itulah keresahan dirasa muncul di masyarakat, seiring reaksi keras yang disampaikan MUI beberapa waktu lalu terhadap rencana film Menculik Miyabi. Akan tetapi, hal tersebut diharapkan menjadi cambuk bagi seluruh kru film dan atmosfirnya dalam menghasilkan karya film yang apresistif dan berbobot. Meskipun Citra Miyabi sebagai bintang film syur akan mendapat kesan destruktif di kalangan masyarakat dan efek negatif terhadap film tersebut, akan tetapi opini inilah yang diharapkan menjadi off the record dan mengalami perubahan persepsi ruang yang berbeda dari yang dikenal publik sebelumnya tentang Miyabi. Sehingga tidak akan menimbulkan trendsetter terhadap Miyabi dalam praksis realitas. Inilah yang seharusnya menjadi agenda utama industri film untuk diprioritaskan. Dengan tujuan untuk menunjukkan kepada publik sisi Miyabi yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-4569769778235198877?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/4569769778235198877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=4569769778235198877&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/4569769778235198877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/4569769778235198877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2009/11/film-menculik-miyabi-dan-kapitalisme.html' title='Film Menculik Miyabi dan Kapitalisme'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-7653300978139592251</id><published>2009-11-01T21:20:00.001+04:00</published><updated>2009-11-01T21:39:24.271+04:00</updated><title type='text'>Teknologi Informasi</title><content type='html'>Perkembangan Teknologi Informasi sampai dengan saat ini berkembang dengan pesat seiring dengan penemuan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi dan Komunikasi sehingga mampu menciptakan alat-alat yang mendukung perkembangan Teknologi Informasi, mulai dari sistem komunikasi sampai dengan alat komunikasi yang searah maupun dua arah &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;(interaktif). Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran. Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2. Evolusi Ekonomi Global &lt;br /&gt;Sampai dua ratus tahun yang lalu ekonomi dunia bersifat agraris dimana salah satu ciri utamanya adalah tanah merupakan faktor produksi yang paling dominan. Sesudah terjadi revolusi industri, dengan ditemukannya mesin uap, ekonomi global ber-evolusi ke arah ekonomi industri dengan ciri utamanya adalah modal sebagai faktor produksi yang paling penting. Menjelang peralihan abad sekarang inl, cenderung manusia menduduki tempat sentral dalam proses produksi, karena tahap ekonomi yang sedang kita masuki ini berdasar pada pengetahuan (knowledge based) dan berfokus pada informasi (information focused). Dalam hal ini telekomunikasi dan informatika memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3. Peran Teknologi Informasi&lt;br /&gt;Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Teknologi informasi banyak berperan dalam bidang-bidang antara lain :&lt;br /&gt;1.3.1. Dalam Bidang Pemerintahan (e-government).&lt;br /&gt;E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Bisa merupakan suatu proses transaksi bisnis antara publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi dan jaringan internet, lebih umum lagi dikenal sebagai world wide web. Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G (Government to Government). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat e-government yang dapat dirasakan antara lain: (1) Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan. (2) Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak. (3) Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya. (4) Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference. Bagi Indonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa kesemuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus terbang ke Jakarta untuk pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on- line antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan informasi terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik. Dalam sektor pemerintah, perubahan lingkungan strategis dan kemajuan teknologi mendorong aparatur pemerintah untuk mengantisipasi paradigma baru dengan upaya peningkatan kinerja birokrasi serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya pemerintah yang baik (good govermance). Hal terpenting yang harus dicermati adalah sektor pemerintah merupakan pendorong serta fasilitator dalam keberhasilan berbagai kegiatan pembangunan, oleh karena itu keberhasilan pembangunan harus didukung oleh kecepatan arus data dan informasi antar instansi agar terjadi keterpaduan sistem antara pemerintah dengan pihak penggunan lainnya. Upaya percepatan penerapan e- Government, masih menemui kendala karena saat ini belum semua daerah menyelenggarakannya. Apalagi masih ada anggapan e-Government hanya membuat web site saja sosialisasinya tidak terlaksana dengan optimal. Namun berdasarkan Inpres, pembangunan sistem informasi pemerintahan terpadu ini akan terealisasi sampai tahun 2005 mendatang. Kendati demikian yang terpenting adalah menghapus opini salah yang menganggap penerapan e-Government ini sebagai sebuah proyek, padahal merupakan sebuah sistem yang akan memadukan subsistem yang tersebar di seluruh daerah dan departemen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3.2. Bidang Keuangan dan Perbankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini telah banyak para pelaku ekonomi, khususnya di kota-kota besar yang tidak lagi menggunakan uang tunai dalam transaksi pembayarannya, tetapi telah memanfaatkan layanan perbankan modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan perbankan modern yang hanya ada di kota-kota besar ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan ekonomi saat ini yang masih terpusat di kota-kota besar saja, yang menyebabkan perputaran uang juga terpusat di kota-kota besar. Sehingga sektor perbankan pun agak lamban dalam ekspansinya ke daerah-daerah. Hal ini sedikit banyak disebabkan oleh kondisi infrastruktur saat ini selain aspek geografis Indonesia yang unik dan luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menunjang keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada teknologi informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia berada selama masih ada layanan ATM dari bank tersebut, atau seorang nasabah dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dilakukan.&lt;br /&gt;Pengembangan teknologi dan infrastruktur telematika di Indonesia akan sangat membantu pengembangan industri di sektor keuangan ini, seperti perluasan cakupan usaha dengan membuka cabang-cabang di daerah, serta pertukaran informasi antara sesama perusahaan asuransi, broker, industri perbankan, serta lembaga pembiayaan lainnya.&lt;br /&gt;Institusi perbankan dan keuangan telah dipengaruhi dengan kuat oleh pengembangan produk dalam teknologi informasi, bahkan mereka tidak dapat beroperasi lagi tanpa adanya teknologi informasi tersebut. Sektor ini memerlukan pengembangan produk dalam teknologi informasi untuk memberikan jasa-jasa mereka kepada pelanggan mereka.&lt;br /&gt;Program pengembangan sistem informasi di Indonesia Program pengembanan sistem informasi (program 16.6.01) dimaksudkan untuk mengembangkan sistem informasi yang diperlukan untuk meningkatkan masuknya informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi di dunia internasional, memperlancar pertukaran dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan sistem perencanaan, pengelolaan, pemantauan kegiatan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Besarnya biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk melakukan kajian, penelitian, penerapan penguasaan dibidang teknologi informasi selama kurun waktu tahun anggaran 1997/1998 sampai 2001 dapat dilihat pada Tabel dibawah ini. Tabel di bawah memperlihatkan APBN (rupiah murni) untuk program pengembangan sistem informasi, tahun anggaran 1997/1998 sampai 2001 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel. APBN untuk pengembangan sistem informasi tahun 1997/1998 sampai 2001&lt;br /&gt;No&lt;br /&gt;Tahun Anggaran&lt;br /&gt;Anggaran (jutaan rupiah)&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;1997/1998&lt;br /&gt;28.235&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;1998/1999&lt;br /&gt;32.622&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;1999/2000&lt;br /&gt;24.538&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;2000&lt;br /&gt;52.236&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;2001&lt;br /&gt;30.956&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan baik berupa LAN ataupun WAN dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat; hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai bidang; juga jumlah SDM berkemampuan di bidang teknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.&lt;br /&gt;Diperlukan suatu kerangka teknologi informasi nasional yang akan mewujudkan masyarakat Indonesia siap menghadapi AFTA 2003 yang dapat menyediakan akses universal terhadap informasi kepada masyarakat luas secara adil dan merata, meningkatkan koordinasi dan pendayagunaan informasi secara optimal, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia, meningkatkan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi, termasuk penerapan peraturan perundang-undangan yang mendukungnya; mendorong pertumbuhan ekonomi dengan pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3.3. Bidang pendidikan(e-education).&lt;br /&gt;Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka (Mukhopadhyay M., 1995). Sebagai contoh kita melihat di Perancis proyek “Flexible Learning?. Hal ini mengingatkan pada ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang “Pendidikan tanpa sekolah (Deschooling Socieiy)” yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan.&lt;br /&gt;Bishop G. (1989) meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (flexible), terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis, usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. &lt;br /&gt;Mason R. (1994) berpendapat bahwa pendidikan mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan kolaborasi, bukannya gedung sekolah. Namun, teknologi tetap akan memperlebar jurang antara di kaya dan si miskin.&lt;br /&gt;Tony Bates (1995) menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi.&lt;br /&gt;Alisjahbana I. (1966) mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat “Saat itu juga (Just on Time)?. Teknik pengajaran baru akan bersifat dua arah, kolaboratif, dan inter-disipliner.Romiszowski &amp; Mason (1996) memprediksi penggunaan “Computer-based Multimedia Communication (CMC)? yang bersifat sinkron dan asinkron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ramalan dan pandangan para cendikiawan di atas dapat disimpulkan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga? dan kompetitif. Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia di masa mendatang adalah:&lt;br /&gt;Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (Distance Learning). Kemudahan untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukan sebagai strategi utama.&lt;br /&gt;Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan / latihan dalam sebuah jaringan&lt;br /&gt;Perpustakaan &amp; instrumen pendidikan lainnya (guru, laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi daripada sekedar rak buku.&lt;br /&gt;Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM Multimedia, dalam pendidikan secara bertahap menggantikan TV dan Video.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan. &lt;br /&gt;Faktor utama dalam distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara di atas interaksi dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat di download oleh siswa. Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama. Penyelesaian administrasi juga dapat diselesaikan langsung dalam satu proses registrasi saja, apalagi di dukung dengan metode pembayaran online.&lt;br /&gt;Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut: &lt;br /&gt;a.Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya. &lt;br /&gt;b.Interaksi dalam grup; Para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya. &lt;br /&gt;c.Sistem administrasi mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya. &lt;br /&gt;d.Pendalaman materi dan ujian; Biasanya dosen sering mengadakan quis singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning &lt;br /&gt;e.Perpustakaan digital; Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database. &lt;br /&gt;f.Materi online diluar materi kuliah; Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui web.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mewujudkan ide dan keinginan di atas dalam suatu bentuk realitas bukanlah suatu pekerjaan yang mudah tapi bila kita lihat ke negara lain yang telah lama mengembangkan web based distance learning, sudah banyak sekali institusi atau lembaga yang memanfaatkan metode ini. Bukan hanya skill yang dimiliki oleh para engineer yang diperlukan tapi juga berbagai kebijaksanaan dalam bidang pendidikan sangat mempengaruhi perkembangannya. Jika dilihat dari kesiapan sarana pendukung misalnya hardware, maka agaknya hal ini tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu yang selalu menjadi perhatian utama pengguna internet di Indonesia yaitu masalah bandwidth, tentunya dengan bandwidth yang terbatas ini mengurangi kenyamanan khususnya pada non text based material. Di luar negeri, khususnya di negara maju, pendidikan jarak jauh telah merupakan alternatif pendidikan yang cukup digemari. Metoda pendidikan ini diikuti oleh para mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan). Beberapa tahun yang lalu pertukaran materi dilakukan dengan surat menyurat, atau dilengkapi dengan materi audio dan video. Saat ini hampir seluruh program distance learning di Amerika, Australia dan Eropa dapat juga diakses melalui internet. Studi yang dilakukan oleh Amerika, sangat mendukung dikembangkannya e-learning, menyatakan bahwa computer based learning sangat efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40% waktu lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah. Bank Dunia (World bank) pada tahun 1997 telah mengumumkan program Global Distance Learning Network (GDLN) yang memiliki mitra sebanyak 80 negara di dunia. Melalui GDLN ini maka World Bank dapat memberikan e-learning kepada mahasiswa 5 kali lebih banyak (dari 30 menjadi 150 mahasiswa) dengan biaya 31% lebih murah.&lt;br /&gt;Dalam era global, penawaran beasiswa muncul di internet. Bagi sebagian besar mahasiswa di dunia, uang kuliah untuk memperoleh pendidikan yang terbaik umumnya masih dirasakan mahal. Amat disayangkan apabila ada mahasiswa yang pandai di kelasnya tidak dapat meneruskan sekolah hanya karena tidak mampu membayar uang kuliah. Informasi beasiswa merupakan kunci keberhasilan dapat me no long mahasiswa yang berpotensi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3.3.1 Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan jarak jauh adalah sekumpulan metoda pengajaran dimana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Pemisah kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya karena peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan. Pemisah dapat pula jarak non-fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi pendidikan namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut. Keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari pendidikan jarak jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Pada sistem pendidikan pelatihan ini tenaga pengajar dan peserta didik tidak harus berada dalam lingkungan geografi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari pembangunan sistem ini antara lain menerapkan aplikasi-aplikasi pendidikan jarak jauh berbasis web pada situs-situs pendidikan jarak jauh yang dikembangkan di lingkungan di Indonesia yakni bekerja dengan sama mitra-mitra lainnya. &lt;br /&gt;Secara sederaha dipahami sistem ini terdiri dari kumpulan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan pendidikan jarak jauh hingga penyampaian materi pendidikan jarak jauh tersebut dapat dilakukan dengan baik.&lt;br /&gt;Sarana penunjang dari pendidikan jarak jauh ini adalah teknologi informasi. Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan jarak jauh ini sangat membantu sekali. Seperti dapat dilihat, dengan munculnya berbagai pendidikan secara online, baik pendidikan formal atau non-formal, dengan menggunakan fasilitas Internet.Pendekatan sistem pengajaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara langsung (real time) ataupun dengan cara menggunakan sistem sebagai tempat pemusatan pengetahuan (knowledge). Hal ini memungkinkan terbentuknya kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti berbagai jenjang pendidikan. Seorang lulusan sarjana dapat melanjutkan ke pendidikan magister secara online ke salah satu Perguruan tinggi yang diminatinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Audio Conferencing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Group Conferencing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3.3.2 Pendidikan Jarak Jauh Secara Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi selalu mempunyai peran yang sangat tinggi dan ikut memberikan arah perkembangan dunia pendidikan. Dalam sejarah perkembangan pendidikan, teknologi informasi adalah bagian dari media yang digunakan untuk menyampaikan pesan ilmu pada orang banyak, mulai dari teknologi percetakan beberapa abad yang lalu, seperti buku yang dicetak, hingga media telekomunikasi seperti, suara yang direkam pada kaset, video, televisi, dan CD. Perkembangan teknologi informasi saat ini, Internet, mengarahkan sejarah teknologi pendidikan pada alur yang baru. Layanan online dalam pendidikan baik bergelar maupun tidak bergelar pada dasarnya adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi pengguna (mahasiswa) dengan menggunakan internet sebagai media. Layanan online ini dapat terdiri dari berbagai tahapan dari proses program pendidikan seperti: pendaftaran, test masuk, pembayaran, perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian, penilaian, diskusi, pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi internet secara maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat dan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor utama dalam Pendidikan jarak jauh secara online yang dikenal sebagai distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara diatas interaksi dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat di download oleh siswa. Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama. Penyelesaian administratif juga dapat diselesaikan langsung dalam satu proses registrasi saja, apalagi di dukung dengan metode pembayaran online. Pendidikan jarak jauh secara online mengatasi keterbatasan yang ada pada jenis-jenis pendidikan jarak jauh yang lain (yang sebenarnya juga sudah sarat teknologi), yaitu pendidikan jarak jauh dengan satelit serta teknologi televisi. Pada kedua teknologi di atas, mahasiswa masih harus berjalan ke fasilitas-fasilitas pendidikannya; sedangkan peralatannya bersifat khusus dan mahal. Kini dengan pendidikan online lewat internet, mahasiswa dapat belajar sendiri dari rumah dengan peralatan komputer sendiri.&lt;br /&gt;Bila kembali ke konsep dasar pada suatu sistem pendidikan tradisional yang dilakukan saat ini, para mahasiswa dan dosen bertemu pada suatu tempat dan waktu tertentu. Sistem pendidikan tradisional ini kelak akan bergeser kepada pendidikan jarak jauh dengan dilandasi bahwa agak sulit untuk mengumpulkan peserta kursus, training atau pendidikan pada satu waktu dan tempat tertentu sedangkan peserta tersebar di wilayah yang berbeda-beda dan pada dasarnya materi-materi yang seharusnya disampaikan di kelas, dapat diberikan tanpa kehadiran para mahasiswa dan dosen secara langsung di kelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat dewasa ini, khususnya perkembangan teknologi internet turut mendorong berkembangnya konsep pembelajaran jarak jauh ini. Ciri teknologi internet yang selalu dapat diakses kapan saja, dimana saja, multiuser serta menawarkan segala kemudahannya telah menjadikan internet suatu media yang sangat tepat bagi perkembangan pendidikan jarak jauh selanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan teknologi informasi dalam menunjang suatu sistem pendidikan jarak jauh harus diperhatikan dari bentuk pendidikan yang diberikan. Suatu kursus bahasa Inggris salah satunya, pada akhir perkuliahan mahasiswa dituntut untuk mempunyai reading dan listening skill yang baik, untuk itu medianya dapat berupa sound, gambar dan bentuk multimedia lainnya yang dapat di kirimkan melalui internet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dibatasi pada web based distance learning maka pengguna, dalam hal ini dosen dan mahasiswa memerlukan fasilitas internet untuk tetap menjaga konektivitas dengan pendidikan jarak jauh tersebut. Kemampuan mahasiswa untuk tetap menjaga konektivitas menentukan bagi kesinambungan suatu sistem pendidikan jarak jauh. Apabila kita umpamakan suatu pendidikan jarak jauh berbasis web sebagai suatu community maka di dalamnya harus dapat memfasilitasi bertemunya atau berinteraksinya mahasiswa dan dosen. Agak sulit memang untuk memindahkan apa yang biasa dilakukan oleh dosen di depan kelas kepada suatu bentuk web yang harus melibatkan interaksi berbagai komponen di dalamnya. Adanya sistem ini membuat mentalitas dosen dan mahasiswa harus berubah, perbedaan karakteristik dosen dalam mengajar tidak tampak dalam metode ini. Seperti layaknya sebuah perguruan tinggi, metode ini juga harus mampu memberikan informasi perkuliahan kepada mahasiswa. Informasi itu harus selalu dapat diakses oleh siswa dan dosen serta selalu diperbaharui setiap waktu. Informasi yang sering dibutuhkan itu berupa silabus kuliah, jadwal kuliah, pengumuman, siapa saja peserta kuliah, materi kuliah dan penilaian atas prestasi siswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut : &lt;br /&gt;a.Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya. &lt;br /&gt;b.Interaksi dalam grup; Para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.&lt;br /&gt;c.Sistem administrasi mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya&lt;br /&gt;d.Pendalaman materi dan ujian; Biasanya dosen sering mengadakan quiz singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning &lt;br /&gt;e.Perpustakaan digital; Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database. &lt;br /&gt;f.Materi online diluar materi kuliah; Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui web. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mewujudkan ide dan keinginan di atas dalam suatu bentuk realitas bukanlah suatu pekerjaan yang mudah tapi bila kita lihat ke negara lain yang telah lama mengembangkan web based distance learning, sudah banyak sekali institusi atau lembaga yang memanfaatkan metode ini. Bukan hanya skill yang dimiliki oleh para engineer yang diperlukan tapi juga berbagai kebijaksanaan dalam bidang pendidikan sangat mempengaruhi perkembangannya. Jika dilihat dari kesiapan sarana pendukung misalnya hardware maka agaknya hal ini tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu yang selalu menjadi perhatian utama pengguna internet di Indonesia yaitu masalah bandwidth, tentunya dengan bandwidth yang terbatas ini mengurangi kenyamanan khususnya pada non text based material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dari Sudut Pandang Dosen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang dosen, solusi pendidikan online ini harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:&lt;br /&gt;Mudah digunakan&lt;br /&gt;Memungkinkan pembuatan bahan kuliah online dan kelas online dengan cepat dan mudah &lt;br /&gt;Hanya memerlukan pelatihan minimal&lt;br /&gt;Memungkinkan pengajaran dengan cara mereka sendiri&lt;br /&gt;Memungkinkan mereka mengendalikan lingkungan pengajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sudut Pandang Mahasiswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut mahasiswa yang dicari adalah&lt;br /&gt;Fleksibilitas dalam mengambil mata kuliah&lt;br /&gt;Bahan kuliah yang lebih kaya dibandingkan yang didapat di kelas&lt;br /&gt;Berjalan di komputer yang sudah mereka miliki&lt;br /&gt;Menyertakan kolaborasi antarmahasiswa seperti cara tradisional&lt;br /&gt;Mencakup konsultasi dengan dosen, diskusi kelas, teman belajar, dan proyek-proyek bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3.3.3 Pendidikan Secara Online di luar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar negeri, khususnya di negara maju, pendidikan jarak jauh telah merupakan alternatif pendidikan yang cukup digemari. Metoda pendidikan ini diikuti oleh para mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan). Beberapa tahun yang lalu pertukaran materi dilakukan dengan surat menyurat, atau dilengkapi dengan materi audio dan video. Saat ini hampir seluruh program distance learning di Amerika, Australia dan Eropa dapat juga diakses melalui internet. Studi yang dilakukan oleh Amerika, sangat mendukung dikembangkannya e-learning, menyatakan bahwa computer based learning sangat efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40% waktu lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah. Bank Dunia (World bank) pada tahun 1997 telah mengumumkan program Global Distance Learning Network (GDLN) yang memiliki mitra disebanyak 80 negara di seluruh dunia (sampai dengan Juni 2000, pusat yang beroperasi baru 15 negara, dan 5 diantaranya di Asia tetapi belum di Indonesia). Melalui GDLN ini maka World Bank dapat memberikan e-learning kepada mahasiswa 5 kali lebih banyak (dari 30 menjadi 150 mahasiswa) dengan biaya 31% lebih murah&lt;br /&gt;Hampir separuh dari sekitar 3.900 lembaga pendidikan tinggi di Amerika Serikat menyelenggarakan sejenis pendidikan jarakjauh (distance education / distance learning ). Pendidikan jarak jauh bukanlah hal baru. Pada awalnya dimulai dengan kursus tertulis dan dalam bentuk pendidikan tinggi formal berbentuk Universitas Terbuka (Open University). Pada awal terselenggaranya, pendidikan jarak jauh oleh masyarakat dianggap sebagai jenis pendidikan alternatif atau pendidikan kelas dua. Kalah bergengsi dengan pendidikan konvensional yangmengharuskan kehadiran mahasiswa.&lt;br /&gt;Selama tiga tahun terakhir ini lebih dari 80% pendidikan jarak jauh diselenggarakan secara online melalui Internet. Besarnya investasi serta kepiawaian teknologi dalam meramu pendidikan ini, serta apresiasi masyarakat yang tinggi terhadap teknologi, membuat pendidikan jarak jauh secara online tidak kalah atau bahkan lebih bergengsi dibandingkan pendidikan konvensional. Kini bahkan untuk pendidikan konvensional pun universitas-universitas menyelenggarakan pendidikan online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3.3.4 Prospek Pendidikan Secara Online di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pembatasan struktur budaya dan regulasi yang ada di Indonesia, maka pendidikan jarak jauh masih belum berkembang dengan pesat, namun tidak mustahil bahwa Indonesia harus mengikuti kecenderungan yang terjadi secara global ini.&lt;br /&gt;Di Indonesia, prospek pendidikan jarak jauh dengan sarana internet juga telah menjadi perhatian dari beberapa kalangan, baik dari dunia pendidikan maupun dunia teknologi informasi.Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 75 universitas negeri dan 1200 universitas dan perguruan tinggi swasta di Indonesia, dengan total kurang lebih bisa mencapai 5 juta mahasiswa yang merupakan potensi pengguna internet. &lt;br /&gt;Sedangkan di Universitas Brawijaya sendiri program distance learning tersebut sudah terlaksana sejak Maret 2002 yang merupakan sebuah proyek kerjasama antara Universitas Brawijaya dengan SOI - ASIA ( School Of Internet ) salah satu kerja proyek WIDE (Sebuah Organisasi Distance Learning Internasional ), Dimulai pada tahun 1997 dengan mendirikan campus environment pada infrastruktur Internet yang memungkinkan mahasiswa belajar tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. Sampai sekarang, sekitar 700 mahasiswa terdaftar pada WIDE University termasuk dari universitas brawijaya, yang mana lebih dari setengahnya adalah orang dewasa yang berminat meneruskan pendidikan mereka melalui Internet. &lt;br /&gt;Pada WIDE University, lebih jauh dari 800 jam kuliah tersedia melalui video archives, yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar sendiri dengan bebas. Proyek SOI-Asia yang ditujukan untuk disumbangkan kepada pengembangan pendidikan tinggi di negara-negara Asia, didukung oleh Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) dan CSL of Ministry of Public Management, Home Affairs, Posts and Telecommunications di Jepang dan JSAT corporation, bekerjasama dengan Asia SEED Institute, WIDE Project dan AI3 (Asian Initiatives of Internet Infrastructure) Project. SOI - ASIA di ikuti oleh beberapa Universitas terpilih di Asia Tenggara diantaranya : Chulalongkorn University (Thailand), Asian Institute of Technology (Thailand), National University of Laos (Laos), University of Computer Studies (Yangon), Brawijaya University (Indonesia), Sam Ratulangi University (Indonesia), Hasanuddin University (Indonesia), Institut Teknologi Bandung (Indonesia), Asian Youth Fellowship (Malaysia), Institute Of Information Technology (Vietnam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-7653300978139592251?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/7653300978139592251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=7653300978139592251&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/7653300978139592251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/7653300978139592251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2009/11/teknologi-informasi.html' title='Teknologi Informasi'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-8515524850631885584</id><published>2009-03-18T12:16:00.000+04:00</published><updated>2009-03-18T12:18:25.399+04:00</updated><title type='text'>Citra DPR Mulai Remuk Redam</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Tiga bulan yang lalu, pada tanggal 9 Desember. kita telah memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. Dalam kaitan itu perlu dipahami oleh kita semua, termasuk pemerintah, bahwa korupsi sudah menjadi musuh dunia. Korupsi kini telah diakui sebagai kejahatan internasional juga diakui secara resmi merupakan musuh umat manusia dan tantangan besar untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa-bangsa.&lt;br /&gt;Kita mungkin terkejut atas penangkapan Abdul Hadi Djamal anggota Komisi V DPR dari Fraksi PAN pada 2 maret 2009 lalu, yang terjadi lima hari setelah pimpinan partai politik menandatangani Deklarasi Antikorupsi di Gedung KPK (26 Februari 2009). Akankah Deklarasi Antikorupsi itu hanyalah seremoni politik untuk menampilkan citra bersih parpol di mata rakyat menjelang Pemilu 9 April mendatang?.&lt;br /&gt;Penangkapan Abdul Hadi merupakan ujian bagi DPR dan parpol untuk membuktikan komitmen antikorupsi yang telah mereka nyatakan. Pimpinan parpol yang telah menandatangani Deklarasi Antikorupsi harus mengambil langkah signifikan untuk membersihkan parpol dari pedagang politik yang telah mengkhianati rakyat yang telah memilihnya.&lt;br /&gt;Pemberantasan korupsi yang cukup masif ternyata tidak menimbulkan efek jera bagi pelaku yang melibatkan anggota DPR. Historisitas skandal korupsi dari pengalaman sebelumnya seharusnya menjadi koreksi bagi anggota DPR agar tidak menimbulkan sikap antipati dan sinisme politik rakyat terhadap parpol dan pemilu.&lt;br /&gt;Dalam kasus korupsi tersebut, kita melihat bahwa wakil rakyat mengalami malfungsi dan disfungsi, bukan lagi mewakili aspirasi dan kepentingan rakyat di daerah, malah memperjuangkan libido profit finansial elite di daerah. Masyarakat di daerah semakin diabaikan dengan ragam derita dan air mata karena telinga wakil rakyat disumbat oleh grativikasi elit di daerah. Inilah yang harus terus dikontrol oleh publik.&lt;br /&gt;Tidak heran jika lembaga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) semakin tidak dipercaya oleh masyarakat. Berbagai kasus yang berkembang belakangan ini akibat perbuatan para anggotanya, menimbulkan cibiran yang cukup menyakitkan.&lt;br /&gt;Perilaku korupsi elit politik di kursi DPR menambah buram potret politik Indonesia yang sarat akan penyakit tindak pidana korupsi. KPK pun telah menjaring pelaku korupsi mulai KPU, KY, BI, Kejagung, hingga DPR. Hal itu membuktikan bahwa sindroma korupsi telah mencemari institusi negara dari eksekutif, legislatif, hingga yudikatif, lembaga yang seharusnya ironi atau emoh dari korupsi.&lt;br /&gt;Benalu Sosial&lt;br /&gt;Selain ditengarai sebagai epidemi, korupsi dipahami sebagai kejahatan terhadap masyarakat (crimes against society). Tindakan korupsi sesungguhnya sangat menyengsarakan rakyat.&lt;br /&gt;Kemiskinan di sebagian negara berkembang terbukti disebabkan oleh buruknya pemerintahan akibat suap (bribery), penyalahgunaan wewenang, dan korupsi. Berbagai kasus korupsi yang dilakukan oleh pemimpin negara berkembang, seperti Sani Abacha (Nigeria), Ferdinand Marcos (Filipina), dan Fujimori (Peru), menunjukkan bahwa korupsi telah melahirkan instabilitas pemerintahan dan kemiskinan yang bersifat massal.&lt;br /&gt;Berdasarkan bukti-bukti tersebut, dapat diterima jika kemudian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadopsi dua konvensi yang secara khusus ditujukan untuk pencegahan dan pemberantasan korupsi: Konvensi PBB tentang Kejahatan Transnasional Terorganisasi (UN Convention Against Transnational Organized Crime, 2000), dan Konvensi PBB Anti Korupsi (UN Convention Against Corruption, 2003).&lt;br /&gt;Perkembangan implementasi konvensi-konvensi tersebut di berbagai negara berbeda-beda. Pemerintah Indonesia, telah meratifikasi Konvensi PBB Anti-Korupsi dengan Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2006, dan meratifikasi Konvensi PBB Anti-Kejahatan Transnasional Terorganisasi pada tahun 2008.&lt;br /&gt;Meski dalam prakteknya, korupsi sangat sukar bahkan hampir tidak mungkin dapat diberantas, oleh karena sangat sulit memberikan pembuktian-pembuktian yang eksak. Disamping itu sangat sulit mendeteksinya dengan dasar-dasar hukum yang pasti. Namun akses perbuatan korupsi merupakan bahaya laten yang harus diwaspadai baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat itu sendiri.&lt;br /&gt;Korupsi adalah produk dari sikap hidup satu kelompok masyarakat yang memakai uang sebagai standard kebenaran dan sebagai kekuasaaan mutlak. Sebagai akibatnya, kaum koruptor yang kaya raya dan para politisi korup yang berlebihan uang saja yang bisa masuk ke dalam golongan elit yang berkuasa dan sangat dihormati. Mereka ini juga akan menduduki status sosial yang tinggi dimata masyarakat sekaligus candu bagi masyarakat.&lt;br /&gt;Korupsi terjadi di berbagai negara, tak terkecuali di negara-negara maju sekalipun. Di negara Amerika Serikat sendiri yang sudah begitu maju masih ada praktek-praktek korupsi. Sebaliknya, pada masyarakat yang primitif dimana ikatan-ikatan sosial masih sangat kuat dan kontrol sosial yang efektif, korupsi relatif jarang terjadi. Tetapi dengan semakin berkembangnya sektor ekonomi dan politik serta semakin majunya usaha-usaha pembangunan dengan pembukaan-pembukaan sumber alam yang baru, maka semakin kuat dorongan individu terutama di kalangan pegawai negeri untuk melakukan praktik korupsi dan usaha-usaha penggelapan.korupsi dimulai dengan semakin mendesaknya usaha-usaha pembangunan yang diinginkan, sedangkan proses birokrasi relatif lambat, sehingga setiap orang atau badan menginginkan jalan pintas yang cepat dengan memberikan imbalan-imbalan dengan cara memberikan uang pelicin (uang sogok).&lt;br /&gt;Praktek ini akan berlangsung terus menerus sepanjang tidak adanya kontrol dari pemerintah dan masyarakat. Agar tercapai tujuan pembangunan nasional, maka mau tidak mau korupsi harus diberantas dengan upaya penanggulangan korupsi yang sifatnya preventif maupun yang represif.&lt;br /&gt;Stereotip Negatif&lt;br /&gt;Salah satu isi sumpah jabatan yang diucapkan anggota DPR Ketika dilantik adalah setia kepada Pancasila dan UUD 1945. Kita mengerti, bahwa Pancasila dan UUD 1945 sama sekali tidak menghendaki perilaku korupsi. Bahkan konstitusi melarang setiap pejabat dan penyelenggara negara, termasuk anggota DPR untuk menerima uang yang tidak sesuai dengan peraturan.&lt;br /&gt;DPR adalah lembaga yang diisi oleh wakil-wakil rakyat yang dipilih lewat proses Pemilu. Jadi para anggota DPR adalah pemimpin rakyat. Pemimpin yang dipercaya untuk menjadi wakil rakyat di ranah pengambilan kebijakan publik. Namun, ketika para wakil rakyat tersebut bertindak korupsi, maka pada saat itulah terjadi pengkhianatan terhadap aspirasi rakyat.&lt;br /&gt;Terungkapnya kasus korupsi yang tidak sedikit melibatkan anggota DPR semakin memperburuk citra institusi tersebut di mata publik. Ironis sekali ketika DPR sebagai lembaga legislatif turut menyumbangkan bersemainya praktek korupsi di Indonesia dengan berbagai kasus korupsi, suap dan grativikasi yang melibatkan mereka. Seolah-olah menjadi pembenaran bahwa praktek korupsi di DPR merupakan hal yang biasa terjadi. Dan jika sebagian dari angora DPR ada yang tertangkap hanya dianggap sedang mengalami nasib sial.&lt;br /&gt;Dalam setiap persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi selalu muncul petunjuk bahwa praktik suap/korupsi itu selalu melibatkan anggota DPR lainnya. Namun, hanya karena problem pembuktian hukumlah, mereka yang disebut terlibat itu tidak bisa disentuh karena minimnya alat bukti.&lt;br /&gt;Dalam catatan ICW, dalam dua dekade terakhir, sudah ada sembilan anggota DPR yang diseret oleh KPK karena terlibat kasus korupsi. Mereka adalah Noor Adenan Rozaq (mantan anggota dari fraksi Reformasi), Saleh Djasit (anggota komisi VIII dari fraksi Partai Golkar), Al-Amin Nur Nasution (anggota komisi IV dari fraksi PPP), Antony Zeidra Abidin dan Hamka Yadhu (keduanya mantan anggota komisi IX, Keuangan dan Perbankan), Sarjan Taher (anggota komisi IV dari fraksi Partai Demokrat), Agus Tjondro (anggota komisi XI dari fraksi PDI Perjuangan), Bulyan Royan (anggota komisi V dari fraksi PBR) dan yang terakhir Abdul Hadi Djamal (anggota komisi V dari fraksi PAN) yang ditangkap pada 2 februari lalu. Perilaku dari kesembilan pelaku tersebut adalah potret sebagian besar pejabat dan elit politik di negeri ini, suatu kultur kleptokrasi. Dan ironisnya lagi, diantara anggota DPR yang tertangkap oleh KPK tersebut berasal dari partai politik yang identik dengan partai Islam.&lt;br /&gt;Secara kasat mata, potret kasus suap seperti itu di DPR mungkin sulit dibuktikan. Tetapi nurani masyarakat yang telah mencium adanya kebobrokan pada sejumlah anggota dewan memberikan pembenaran adanya kasus seperti itu. Dengan munculnya kasus suap di anggota dewan, saat itulah citra DPR RI semakin merosot.&lt;br /&gt;Ironis bahwa ternyata anggota DPR tidak mengambil pelajaran dari kasus yang menimpa sebelumnya. Seharusnya kejadian yang menimpa anggota DPR sebelumnya yang mencoreng nama baik lembaga DPR dijadikan pelajaran untuk tidak mengulang lagi. Tetapi tampaknya Badan Kehormatan DPR perlu memberikan sanksi yang tegas supaya kasus ini tidak terualang dan anggota DPR lainnya bisa mengambil ’ibrah’ (pelajaran).&lt;br /&gt;Karena itu yang terpenting sekarang adalah bahwa rakyat Indonesia menjelang pemilihan umum 2009 harus pandai-pandai memilih dan memilah wakil rakyat yang kredibel, jujur dan amanah.&lt;br /&gt;Rakyat harus pandai memilih wakilnya dengan tidak hanya melihat latar belakang partai dari seseorang tetapi juga track record dari para calon anggota DPR perlu diperhatikan. Ternyata latar belakang partai berbasis Islam tidak menjadi seorang anggota DPR untuk tidak berbuat korupsi.&lt;br /&gt;Masing-masing anggota masyarakat di daerah harus jeli melihat track record sang calon paling tidak sepak terjang sang calon di daerah pemilihan masing-masing.&lt;br /&gt;Bagi partai politik, seleksi anggota partai yang akan diusung menjadi calon anggota DPR juga harus benar-benar diperhatikan. Partai tidak boleh hanya melihat dari besaran ’sedekah’ materi atau sumbangan uang yang diberikan oleh anggotanya kepada partai politik sebagai salah satu pertimbangan dijadikan calon anggota DPR.&lt;br /&gt;Jika masyarakat gagal memperhatikan dan mengamati sepak terjang sang calon, dan partai politik juga kurang selektif dalam memilih calon-calonnya, maka jangan berharap korupsi anggota DPR tidak terulang dikemudian hari.&lt;br /&gt;Maka, dalam rangkaian Pemilu 9 april mendatang di berbagai provinsi, kabupaten dan kota, masyarakat hendaknya waspada terhadap manipulasi janji para kandidat pemimpin maupun wakil rakyat yang berdalih memperjuangkan nasib rakyat dan mencintai rakyat selama berkampanye. Sebab, animo negatif pada realitasnya setelah meraih kekuasaan mereka justru mencari jalan bagi keuntungan sendiri, bukan untuk kepentingan rakyat. Maka kedepan butuh untuk memperketat pola seleksi bagi pejabat negara khususnya DPR dengan kuat&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-8515524850631885584?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/8515524850631885584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=8515524850631885584&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/8515524850631885584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/8515524850631885584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2009/03/citra-dpr-mulai-remuk-redam.html' title='Citra DPR Mulai Remuk Redam'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-6282453906903103450</id><published>2009-01-12T08:12:00.003+04:00</published><updated>2009-01-12T08:22:06.677+04:00</updated><title type='text'>Ideologi Lokalitas Tarekat Wahidiyah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SWrEwhyQXKI/AAAAAAAAAKw/jtmopWQbSgQ/s1600-h/tasawuf.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 224px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SWrEwhyQXKI/AAAAAAAAAKw/jtmopWQbSgQ/s320/tasawuf.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290257050281991330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Judul buku     : Tasawuf Kultural: Fenomena Shalawat Wahidiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Penulis           : Sokhi Huda &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Tebal              : xxviii + 372 halaman &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Cetakan         : I (Pertama), Juli 2008 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Penerbit        : LKiS Yogyakarta &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Presensi        : Iqro' eL. Firdaus*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(102, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;"Masuki, selami, alami dan pahami". Begitulah kira-kira nalar ketarekatan sebagai metode untuk mengetahui dimensi esoterik yang tidak mudah didekati oleh "orang luar". Tarekat sebagai dimensi esoterik ajaran Islam mempunyai segi-segi eksklusif menyangkut hal-hal yang bersifat rahasia (sirr). Bobot kerohaniannya yang amat dalam tentu tidak semuanya dapat dimengerti oleh orang yang hanya menekuni dimensi eksoterik ajaran Islam. Maka tidak jarang terjadi salah pengertian dari kalangan awam yang melihatnya.&lt;/span&gt;   &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Di dunia Islam dikenal beberapa aliran tarekat besar, seperti Qadiriyah, Naqsyabandiyah, Syathariyah, Sammaniyah, Khalwatiyah, Tijaniyah, Idrisiyah dan Rifa'iyah yang merupakan anggitan dari para ulama Timur Tengah. Aliran-aliran tarekat tersebut terbanyak tumbuh berasal dari daerah Turki. Sedangkan tarekat yang merupakan produk asli Indonesia adalah Shiddiqiyah dan Wahidiyah yang cukup populer dan sekaligus kontroversial. Kedua tarekat itu muncul dan berkembang di Kediri, Jawa Timur.&lt;/span&gt;   &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Aliran Wahidiyah yang didirikan oleh KH. Abdoel Madjid Ma'roef pada 1963 itu ternyata berkembang sebagai sebuah nilai spiritual ditengah-tengah masyarakat, bahkan tidak hanya didalam negeri, tetapi juga diluar negeri. Eksistensi Wahidiyah merupakan fenomena kultural tasawuf dalam wacana realitas sosial, keagamaan dan ilmiah. Kehadirannya dapat dibilang sebagai kontrol dan reformasi zaman umat manusia.&lt;/span&gt;   &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Buku yang ditulis oleh Sokhi Huda ini menjelaskan bahwa sistem ajaran Wahidiyah menyediakan perangkat spiritual yang disebut Shalawat Wahidiyah. Shalawat ini (juga dengan ajarannya) merupakan produk atau susunan KH. Abdoel Madjid Ma'roef. Dia dikenal sebagai muallif shalawat Wahidiyah, bukan sebagai mursyid (guru tarekat), sebab dalam Wahidiyah tidak ada istilah mursyid seperti dalam tarekat-tarekat pada umumnya atau dalam semua tarekat yang ada. Maka dapat dipahami bahwa dalam Wahidiyah tidak ada baiat (janji) murid dihadapan mursyid. Pola relasi yang ada dalam Wahidiyah adalah relasi muallif dan pengamal. Semua pengamal adalah murid langsung muallif. Pola relasi ini tidak tersusun atas urutan pendiri, mursyid, sampai salik (murid) yang semakin lama semakin panjang jalur silsilahnya karena semakin panjangnya rentang masa hidup antara murid dan pendiri yang diantara keduaya terdapat mursyid-mursyid dalam Wahidiyah, pola relasi tersebut tetap bertahan, tidak semakin panjang, meskipun rentang masa hidup antara keduanya semakin panjang.&lt;/span&gt;   &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Idealisme tasawuf yang dibawa oleh Wahidiyah diterjemahkan oleh muallif kedalam bentuk amalan ritual yang praktis untuk disajikan kepada masyarakat luas. Dengan kata lain, Wahidiyah dapat diakses kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja, tanpa prosedur kesilsilahan. Ini merupakan terobosan baru dalam dunia tasawuf dan tarekat, dimana pada umumnya semua aliran tasawuf dan tarekat menyajikan sistem ajaran dan sistem amalan ritual yang ketat dan prosedural.&lt;/span&gt;   &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Sebagai fenomena kultural, Wahidiyah ternyata berkembang pesat ditengah-tengah masyarakat. Bahkan dengan misi inklusivisme global (jami' al-'alamin), ia berkembang hingga ke manca negara. Barangkali karena sistemnya yang sederhanan dan praktis itulah sebagian masyarakat merasakan adanya daya tarik (attraction) terhadap Wahidiyah.&lt;/span&gt;   &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Secara historis, aliran ini mengalami dialektika yang monumental. Ini ditandai oleh sejumlah respon, baik respon positif maupun negatif dan kritik-kritik ideologis dari para pemuka berbagai aliran tasawuf yang ada di Indonesia maupun dari kalangan sesepuh NU. Sebagaimana diketahui, NU menjadi lembaga yang berhak menentukan status "mu'tabarah" (sah) atau "ghair mu'tabarah" (tidak sah) bagi aliran tasawuf yang ada di Indonesia. Akan tetapi, karena prosedur pengamalan shalawat Wahidiyah yang praktis, tanpa proses baiat, banyak tokoh sesepuh dan strategis NU yang menjadi pengamal Wahidiyah.&lt;/span&gt;   &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Dalam buku ini dijelaskan bahwa daya ketertarikan terhadap Wahidiyah diperkuat dengan akuitas pernyataan bahwa shalawat Wahidiyah merupakan interpretasi terhadap Islam yang dilakukan secara genius oleh pendirinya dan ditransformasikan secara terus menerus sehingga menjadi habitualisasi dalam kehidupan sehari-hari. Ia merupakan tasawuf lokal yang menjadi ajang bagi para penganutnya untuk memenuhi gelegak keilahian dan menjadi wadah bagi pemenuhan kebutuhan spiritual yang tidak ada habis-habisnya. Ia menjadi medium untuk mengekspresikan gelegak ketuhanan dan kulminasi pengalaman keilahian yang tidak kunjung henti. Ritual di dalamnya merupakan proses untuk untuk menemukan Tuhan didalam kehidupan. Jika tidak ingin terlambat didalam proses pencaraian kehidupan duniawi maka ia bisa menjadi jembatan untuk sampai pada maqam keilahian tersebut. Samudra luas kehidupan yang seharusnya diisi dengan sifat dan tindakan keilahian tersebut terkadang tereduksi oleh keinginan duniawi sehingga menghalangi seseorang untuk menemui Tuhannya. Itulah salah satu motto Wahidiyah, Fafirru ila Allah.&lt;/span&gt;   &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Dinamika historis Wahidiyah mengalami perkembangan yang signifikan pada saat sasaran jami' al-'alamin dan misi inklusivisme globalnya sedikit demi sedikit merambah ke berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara (Timor Leste, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Australia, Hongkong, Jepang, Arab Saudi dan Amerika Serikat). Misi inklusivisme global ini bukanlah sasaran program Wahidiyah sebagai sebuah aliran tasawuf, melainkan merupakan substansi ajaran dan sifat keterbukaan dalam proses legalisasi pengamalnya. Muaranya adalah, dalam aliran ini tidak ada batas sebagaimana aliran-aliran tarekat umumnya; yang ada adalah model gethok tular yang dalam istilah komunikasi disebut multi step flow coomunication, yaitu model penyebaran berantai; setiap pengamal Wahidiyah diberi hak untuk menyebarkan substansi, termasuk rangkaian zikir atau sistem amalan (awrad) dan ajaran shalawat tersebut kepada orang lain tanpa proses baiat. Oleh karena itu, banyak tokoh sepuh NU, penganut aliran-aliran Islam, pejabat negara, bahkan kalangan bromocorah menjadi pengamal shalawat ini.&lt;/span&gt;   &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Buku ini memberikan sumbangsi dialogis dan wawasan ilmiah yang analitis, deskriptif dan komprehensif mengenai fenomena Wahidiyah sebagai sebuah aliran tasawuf lokal. Ia hadir untuk mengisi kelangkaan literatur tentang tarekat atau tasawuf yang bercorak lokal. Toh, realitasnya memang tidak banyak karya tulis tentang tarekat lokal dalam khazanah perbukuan Indonesia. Tulisan ini merupakan karya ilmiah akademis yang memprioritaskan dimensi pemahaman dan bukan menggurui, atau bahkan mencurigai. Maka buku ini sangat bermanfaat bagi pengamal shalawat Wahidiyah, orang yang tertarik dengan dunia tasawuf dan juga kalangan akademisi yang tertarik dengan fenomena tasawuf seperti ajaran, ritual dan dimensi ketasawufannya sebagai pattern for behavior untuk dipahami dan dipraktikkan atau dialami oleh pengamalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-6282453906903103450?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/6282453906903103450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=6282453906903103450&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/6282453906903103450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/6282453906903103450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2009/01/ideologi-lokalitas-tarekat-wahidiyah.html' title='Ideologi Lokalitas Tarekat Wahidiyah'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SWrEwhyQXKI/AAAAAAAAAKw/jtmopWQbSgQ/s72-c/tasawuf.png' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-4419294616981443667</id><published>2009-01-12T07:50:00.000+04:00</published><updated>2009-01-12T07:54:14.117+04:00</updated><title type='text'>Tayub: Sebuah Dosa Yang Putih</title><content type='html'>Perasaan tertekan sebagai akibat kehidupan di era kolonial ditransformasikan ke dalam bentuk seni pertunjukan. Meski dari awal tayub adalah seni gambyong istana, pada perkembangannya harus keluar menjadi seni rakyat yang makin hari dipandang dari sisi mesumnya, minuman keras, berkualitas rendah, dan bertendensi prostitusi. Paradoks atas kondisi tayub saat ini tidak lepas dari lemahnya kemampuan masyarakat memahami kebudayaan sebagai dasar dalam proses kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tayub adalah kesenian yang mengeksploitasi gerak tari dan suara, seperti halnya cokek yang dikenal dalam kebudayaan masyarakat Betawi. Seni tayub merupakan kesenian turun tumurun dengan iringan gamelan lengkap pelog slendro yang dimainkan nayoko (panjak). Gending-gending yang dinyanyikan para waranggono, di antaranya pangkur, sinom, palaran dan gending dolanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenian langen tayub lekat pada keseharian masyarakat Jawa umumnya. Ada keyakinan yang bersifat mistik bahwa manusia bisa mempengaruhi kesuburan tanah dan tanaman dengan melakukan gerak tari yang memperlihatkan hubungan antara pria yang disimbolkan sebagai benih tanaman, dan wanita sebagai simbol sawah atau ladang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenian ini nyaris mulai termarginalkan keberadaannya sebagai warisan budaya (cultural heritage), akan tetapi masih eksis, tumbuh dan berkembang di daerah Tuban dan Nganjuk. Selain itu dapat kita temui misalnya di Bojonegoro, sisi selatan dari Lamongan, Surabaya, Tulungagung, Madiun dan pinggiran Kabupaten Pasuruan sampai Malang. Kesenian tayub dilakukan pada momen-momen tertentu seperti sedekah bumi, sunatan, pernikahan, ritual tradisional, sadranan, memasuki musim tanam, hingga peringatan hari besar nasional.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tayub sebagai ditata ben guyub (diatur agar tercipta kerukunan), sebuah filosofi yang ditanamkan pada tayub sebagai kesenian untuk pergaulan. Nilai dasarnya adalah kesamaan kepentingan untuk mengapresiasikan kemampuan, jiwa, seni dan talenta, baik kemampuan sebagai penabuh gamelan (pengrawit) ataupun penarinya. Kesamaan ini akan melahirkan keselaras-serasian tayub sebagai suatu bentuk tarian hentakan kaki yang sesuai dengan bunyi kendang, lambaian tangan seirama gambang, atau lenggok kepala pada tiap pukulan gongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesi Waranggono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wanita penari tayub dulunya disebut sindir. Agar terkesan lebih halus, saat ini disebut waranggono. Untuk setiap satu pertunjukan, mereka biasanya bisa menggaet uang Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu. Penghasilan tersebut didapat sampai rata-rata empat sampai lima kali sebulan. Dengan penghasilan sebesar tadi, para waranggono bisa dibilang hidup berkecukupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi menjadi penari tayub (waranggono) tak semudah yang dibayangkan orang awam. Berbagai ritual supranatural dan pilihan-pilihan rumit dihadapkan pada waranggono. Mereka  kerap disodori minuman keras oleh para tamu. Hal itu menjadikannya serba salah, dan jika diterima dan meminumnya, maka akan berpengaruh pada kesadaran dan kualitas suaranya, yang sekaligus membuatnya tidak bisa seutuhnya melakoni peran itu. Sebaliknya, jika ditolak, akan memancing kemarahan sang tamu. Bahkan tak jarang mereka mendapat perlakuan kasar karena dinilai tidak berlaku sopan terhadap tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga harus dihadapkan pada ritual supranatural yang sulit seperti ritual Gembayangan. Masyarakat setempat menyebutnya "wisuda waranggono". Acara yang bermakna serupa dengan pemberiaan lisensi ini dilaksanakan setiap Jumat Pahing, bulan Dzulhijah, atau biasa disebut Bulan Besar dalam penanggalan Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tahap pertama prosesi ini adalah amek tirto atau pengambilan air suci di Air Terjun Sedudo, sekitar 30 kilometer arah selatan Ngrajek. Untuk boleh menjalani tahap ini, para calon waranggono harus mampu menari minimal 10 gending tarian. Pada tahapan ini, mereka dipapah menemui Juru Kunci Sedudo untuk menyerahkan sesajen sekaligus meminta restu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah restu diyakini sudah didapat, mereka harus menari di dalam air terjun berketinggian 137 meter sebagai tanda penghormatan. Kemudian, barulah pengambilan air suci dilaksanakan melalui perantara Sedudo. Selanjutnya, air yang telah dimasukkan ke dalam wadah yang disebut klenteng tadi diserahkan kepada sesepuh seni tayub untuk dipercikkan ke kepala mereka. Sejak saat itu, para gadis tadi resmi menjadi waranggono.&lt;br /&gt;            Image Negatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Serat Centhini, yang penulisannya diprakarsai Paku Buwono V, disebutkan bahwa tayub selalu identik dengan prostitusi karena fungsi waranggana atau tledhek memang sebagai penghibur laki-laki. Cerita yang biasa beredar di arena pentas tayub, para waranggana bisa dibooking (berkencan) di luar pentas., banyak tledhek menjadi kekasih gelap penggemarnya. Bahkan  tak sedikit dari mereka dinikahi oleh pengusaha atau pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain penyebab terus menurunnya popularitas tayub adalah keberadaan sindir yang sering diidentikkan dengan wanita penggoda. Sterotip negatif ini sering dijadikan alasan untuk mendeskreditkan para sindir, sehingga kian dijauhi oleh penggemarnya. Alasan seperti itu sebenarnya tidak mengandung kebenaran kalau dibandingkan dengan goyangan penyanyi dangdut saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan dosa merupakan dogma dan titik mati atas suatu aksi atau gerak. Hal ini didasarkan pemahaman akan teks dan konteks agama. Akibatnya, seperti tidak ada kebenaran pada setiap gerak yang mengandung dosa. Dalam tayub, gerak dan aksi itu, adalah suwelan dan mabuk-mabukan. Hakikat suwelan adalah pemberian uang kepada waranggana oleh seseorang setelah ngibing. Ini dilakukan sebagai ucapan terima kasih atas kesempatan untuk ngibing bersamanya. Cara pemberian suwelan biasanya diselipkan pada belahan payudara waranggana. Bisa pada bagian luar atau juga ada yang diselipkan lebih dalam lagi pada sisi-sisi payudara. Kedua, dengan minum alkohol tadi diharapkan bisa membantu sugesti dan kepercayaan diri seseorang untuk ngibing bersama penari tayub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konteks kesenian pedesaan seperti tayub memiliki hakikat sebagai ekspresi dan semangat untuk dekat dengan kepercayaannya. Maka seyogianya, pendekatan awal yang digunakan ada pada sisi akidah (teologi). Biarkan seni tayub berkembang, ambil positifnya lalu masuki dan arahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-4419294616981443667?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/4419294616981443667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=4419294616981443667&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/4419294616981443667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/4419294616981443667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2009/01/tayub-sebuah-dosa-yang-putih.html' title='Tayub: Sebuah Dosa Yang Putih'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-653262968148302946</id><published>2008-12-18T11:03:00.001+04:00</published><updated>2008-12-18T11:10:47.374+04:00</updated><title type='text'>Upacara Adat Pengantin &amp; Busana di Sumenep</title><content type='html'>Perkawinan merupakan Upacara paling sakral dalam perjalanan kehidupan manusia. Suatu kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas beberapa Suku Bangsa, Agama, Adat Istiadat yang berbeda, dengan latar belakang sosial budaya yang beraneka ragam. Masing-masing daerah mempunyai tata cara tersendiri .tak terkecuali dalam adat prosesi perkawinannya, baik Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Madura pada umumnya. Pada Upacara Perkawinan biasanya kedua mempelai dirias berbusana secara khusus. Berbeda apa yang mereka pakai pada pesta-pesta resepsi sehari-hari. Tata rias dan busana pengantin menjadi pusat perhatian. Masyarakat dan khususnya menarik perhatian para tamu yang hadir dalam pesta itu. Oleh karena itu, hal yang demikian itu ternyata juga dilakukan oleh suku bangsa Madura pada umumnya dan khususnya Sumenep sendiri.&lt;br /&gt;Pakaian pengantin dan alat-alat rias disediakan secara khusus serta pemakainya mempunyai tata cara dan aturan-aturan tertentu yang harus dipatuhi, maka diharapkan salah satu tujuan tata rias akan berhasil yaitu pengantin akan kelihatan ( benne bahasa madura ) atau pengantin putri akan tampak lebih cantik dan anggun, pengantin pria nampak tampan. Tata rias pengantin kecuali mengandung arti keindahan ( estetis ) relegius dan ada kalanya mengandung arti simbolis serta fungsi dalam kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Prosesi Adat ( Lamaran )&lt;br /&gt;Sebelum dilakukan lamaran biasanya di Madura didahului dengan adanya :&lt;br /&gt;NGANGINI ( memberi angin / memberi kabar )&lt;br /&gt;ARABAR PAGAR ( membabat pagar / perkenalan antar orang tua)&lt;br /&gt;ALAMAR NYABA " JAJAN "&lt;br /&gt;ATER TOLO ( mengantar bedak perlengk.apan kecantikan, beras, pakaian adat untuk lebaran )&lt;br /&gt;NYEDDEK TEMMO ( menentukan tanggal hari H perkawinan ).&lt;br /&gt;Kalau pelaksanaan pernikahan ingin dipercepat, biasanya dilengkapi dengan pisang susu yang berarti kesusu, jangan lupa sirih dan pisang. Lalu satu perangkat bahan pakaian termasuk ikat pinggang ( stagen ) yang berarti anak gadisnya sudah ada yang mengikat.&lt;br /&gt;Setelah rbawaanl pihak laki-laki digelar diatas meja didepan para tamu sambil tutupya dibuka untuk disaksikan apa isinya oleh p'ara pini sepuh. Tetapi semua barang yang dibawa bergantung kepada kemampuan orang tua. Setelah ada penyerahan kemudian oleh-oleh tersebut dibawa masuk. Pada 1lertengahan acara pihak laki-laki meminta supaya anak gadisnya diperkenalkan. Lalu disuruh sungkem kepada calon L s uami dan para pini sepuhnya yang sudah siap dengan amplop yang berisi uang untuk diberikan kepada calon mantunya. Setelah tamu pulang maka oleh-oleh dikeluarkan lagi untuk dibagikan kepada pini sepuh, sanak famili serta tetangga dekat, untuk memberi tahu bahwa anak gadisnya sudah bertunangan. Pada malam harinya calon mantu laki-laki diantar oleh kerabat untuk berkenalan dengan calon mertuanya.&lt;br /&gt;Seminggu kemudian pihak perempuan mengadakan kunjungan balasan dengan membawa nasi lengkap dengan lauk pauknya antara lain: hidangan nasi : 6 piring karang benaci ( ikan kambing yang dimasak kecap ) ,1 waskom gulai kambing , 6 piring ikan kambing masak putih, 6 piring masak ikan ayam masak merah, 6 sisir sate yang besar-besar ( 1 sisir 10 tusuk ), 2 sisir pisang raja.&lt;br /&gt;Balasan jajan untuk calon mantu laki-laki terdiri dari satu tenong berisi nasi lengkap dengan lauknya. Setelah acara lamaran ini maka resmilah hubungan antara anak gadisnya dengan calon mantunya.&lt;br /&gt;Acara Sebelum dan Pada Saat Perkawinan&lt;br /&gt;Perawatan untuk calon mempelai wanita, 40 hari sebelum melangsungkan pernikahan biasanya calon mempelai wanita Madura sudah dipingit artinya dilarang meninggalkan rumah, dalam masa ini biasanya calon mempelai melakukan perawatan-perawatan tubuh dengan:&lt;br /&gt;Meminum ramuan jamu Madura&lt;br /&gt;Untuk perawatan kulit menggunakan:&lt;br /&gt;Bedak penghalus kulit&lt;br /&gt;Bedak dingin&lt;br /&gt;Bedak mangir wangi&lt;br /&gt;Bedak kamoridhan&lt;br /&gt;Bedak bida Yang berkhasiat:1. Menjagakesehatan kulit 2. Menghaluskan kulit muka 3. Menjadikan kulit langsat kuning 4. Menghilangkan bau badan dll.&lt;br /&gt;Menghindarkan makanan yang banyak mengandung air misalnya buah-buahan ( nanas, mentimun, pepaya, ) Perawatan rambut wangi-wangian menggunakan dupa.&lt;br /&gt;Upacara Pernikahan&lt;br /&gt;Pada saat melangsungkan pernikahan calon mempelai pria mengenakan BESKAIC BLANGKON, dan KAIN PANJANG dengan diiringi oleh orang tua, pini sepuh dan kerabat keluarga.&lt;br /&gt;Sedangkan untuk calon mempelai wanita menggunakan kebaya dan kain panjang dengan dandanan sederhana. Upacara Akad Nikah dilaksanakan oleh penghulu dengan dua orang saksi ( Ijab Kabul ) dengan disaksikan oleh para undangan yang pada umumnya dengan mas kawin berupa Al Qur'an dan Sajadah ( bentuk apa saja menurut kehendak ) dan selanjutnya dengan syukuran bersama. Maka resmilah anak gadisnya menjadi istri dari anak keluarga laki-lakinya. Kemudian mempelai laki-laki pulang dulu kerumahnya dilanjutkan dengan resepsi pernikahan pada malam harinya.&lt;br /&gt;Resepsi Perkawinan&lt;br /&gt;Tata rias penganten Sumenep ada 3 macam:&lt;br /&gt;Penganten malam pertama : Rias Lega&lt;br /&gt;Penganten malam kedua : Rias Kapotren&lt;br /&gt;Penganten malam ketiga : Rias Lilin.&lt;br /&gt;1.1 Resepsi Malam Pertama&lt;br /&gt;Pada malam resepsi perkawinan kedua mempelai datang ketempat resepsi dengan diiringi oleh perias dan para pini sepuh beserta kerabatnya atau dengan diantar oleh paman mempelai wanita memasuki ruang resepsi. Kemudian dilanjutkan dengan upacara Muter Duleng yaitu penganten wanita duduk bersila pada sebuah baki besaf dengan membelakangi arah datangnya penganten pria. Penganten pria berjalan jongkok menuju penganten wanita dan memutar baki sampai berhadapan dengan artian bahwa penganten pria sudah siap memutar roda rumah tangga.&lt;br /&gt;Sesudah penganten pria memegang ubun-ubun penganten wanita dengan mengucap " AKU ADALAH SUAMIMU DAN ENGKAU ADALAH ISTRIKU " kemudian penganten wanita diajak menuju pelaminan dengan menggunakan pakaian adat (LEGA). Sedangkan Undangan adalah para pini sepuh, handai taulan dan semua sanak saudara serta para kerabat dari kedua belah pihak.&lt;br /&gt;1.2. Resepsi Malam Kedua&lt;br /&gt;Pada malam kedua busana manten adalah KAPUTREN dan undangan terdiri para pini sepuh dan kalangan dekat saja.&lt;br /&gt;1.3. Resepsi Malam ketiga&lt;br /&gt;Pada malam ketiga ini penganten menggunakan rias Lilin dengan kebaya putih dengan hiasan melati menandakan lambang kesucian dan merupakan malam pertama untuk penganten. Pada hari yang ke empat penganten sudah mengadakan kunjungan keluarga kepada mertua dan sanak famili, dan manten wanita setiap berkunjung akan selalu mendapat ONTALAN yaitu berupa pemberian uang dengan ucapan " SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-653262968148302946?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/653262968148302946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=653262968148302946&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/653262968148302946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/653262968148302946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/12/upacara-adat-pengantin-dan-busana-dl_18.html' title='Upacara Adat Pengantin &amp; Busana di Sumenep'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-3196945042856865064</id><published>2008-12-18T09:46:00.004+04:00</published><updated>2008-12-18T09:58:22.136+04:00</updated><title type='text'>Karena kita butuh membaca</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a style="color: rgb(102, 0, 204); font-weight: bold;" href="http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/06/tentang-buku_18.html"&gt;Tentang Buku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(102, 0, 204); font-weight: bold;" href="http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/06/tentang-buku_18.html"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:206.25pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Guest\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image001.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Buku&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt; Adalah Makanan Pokok Seumur hidup kita tak akan mampu memahami, bahkan secuil ilmu pengetahuan jika hanya mengandalkan pengalaman pribadi kita sendiri, tak akan cukup waktu mengingat keterbatasan manusiawi kita. Dan buku hadir untuk membuka jendela pengetahuan dan menyajikan ribuan bahkan milyaran pengalaman yang bisa kita reguk dan pelajari tanpa kita perlu mengalaminya sendiri. Dengan secangkir teh hangat dan sebuah buku di beranda rumah, kita bisa berkunjung ke ujung dunia merasakan dinginnya jaman es, menjadi saksi kepahalawana Diponegoro melawan Belanda atau kemegahan penciptaan alam semesta : tanpa harus pergi kemana-mana. Keajaiban buku membawa kita memasuki peradaban yang makin maju.Buku adalah gudang ilmu, dan membaca adalah kuncinya. Untuk mendapatkan apa yang berada dalam gudang itu, kita harus telaten membaca. Rasanya tak terpungkiri bahwa membaca adalah aktivitas positif yang bisa membentuk karakter manusia secara utuh, baik secara mikro maupun makro.Dalam berbagai episode sejarah, selalu ada buku yang berperan. Semangat anti perbudakan di Amerika Serikat tidak bisa dilepaskan dari buku Uncle Tom’s Cabin. Ultranasionalisme yang menyulut perang dunia II juga disuburkan oleh buku seperti Mein Kampf karya Adolf Hitler. Kemunculan rezim-rezim diktator di negara-negara sosialis-komunis diawali dengan buku karya Karl Marx, Das Kapital yang kemudian dijabarkan secara operasional dalam The Communist Manifesto. Kejayaan paham kapitalis hingga detik ini mendapatkan pijakannya dari buku Adam Smith, The Wealth of Nation yang terbit tahun 1776.Buku, ilmu dan peradaban merupakan integritas yang utuh. Peradaban dan kebudayaan disangga oleh ilmu, serta buku menjadi media yang penting di antara keduanya. Dari peningkatan wawasan dan pengetahuan itu pula maka kehidupan manusia bisa mencapai kemaslahatan.Lebih dari itu, buku tak sekadar jendela dunia. Dalam lembaran buku adalah “hidup” dan “kehidupan” itu sendiri. Karena membaca adalah kegiatan yang berkelindan dengan makna teks. &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt; pembaca adalah pencipta bersama makna. Selain itu, membaca tak bisa dipisahkan dengan menulis.Keduanya adalah pembentuk masa depan. Keduanya juga memungkinkan perkembangan penalaran individual yang kritis dan independen. Dan ironisnya kedua hal tersebut jarang mendapat perhatian yang serius dari dunia pendidikan.Maka, mari terus bergelut dengan membaca agar dunia lebih dekat dengan kita&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;h3&gt;&lt;a href="http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/06/tentang-buku-favorit.html"&gt;Buku Favorit&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Buku Puisi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:15;"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Beberapa buku puisi Yang saya suka      seperti Adonis, Luka Tunggal Sang Pecinta (Alejandra Pizarnik), Biografi      Kehilangan (Dina Oktaviani), On Nothing (Sitok Srengenge).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;      Dalam puisinya Alejandra pizarnik, huruf-hurufnya begitu mungil bagaikan      jalan semut atau untaian kalung pasir yang sangat halus. Suasananya yang      sunyi melumat tulang, penuh gairah dan cahaya dalam pengalaman dan      perjalanan alam nyata. Mendedahkan sehimpun kesedihan yang meluluhkan      hati. Puisi-puisinya begitu pilu menggentakkan jiwa.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Buku Prosa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:15;" &gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Seperti juga puisi prosa juga saya      suka, deretan kata membikin hati kita meluapkan energi yang amat dahsyat      bila megikuti alur dan diksinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt; satu karangan prosa yang amat saya suka, yaitu      Sarapan Pagi Penuh Dusta (Puthut EA).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;      Ketika membaca tulisannya saya dan mungkin juga kita sering diajak untuk      melihat dunia nyata tapi dari sisi yang tidak terduga, berbeda tapi      menarik. Penuh dengan kepekaan sosial. Rangkaian kata yang ia susun      terkadang lebih berkesan daripada inti ceritanya sendiri. Setiap kali saya      baca tulisannya sering berdebar-debar, deg-degan dan saya menyukai itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;      Dalam setiap karyanya terdapat rimbun-rimbun pertanyaan, ketakutan      (histeria), kesinisan dan jebakan-jebakan dan tiba-tiba saya menjadi      pelakunya yang tragis tapi kadang juga solid dan terasa jengkel.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Buku Novel&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:15;"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Saya juga senang dengan novel yang      berjudul The Name of The Rose (Umberto Eco), Dunia Sophie (Jostein Gardeer)      juga Najla (Byar Rufael).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;      Sejujurnya saya akan mengatakan pada anda bahwa saya menyukai dunia      filsafat maka otomatis saya senang ketika membaca novel Dunia Sophie yang      di dalamnya menyelipkan nilai-nilai filsafat. Narasinya bergaya realistik      yang berdiskusi tentang tokoh-tokoh filsafat beserta aliran-alirannya yang      bertentangan diantara mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;      Cerita yang diusung mengajak kita untuk menjadikan orang selalu peka dalam      menghargai hidup dan menelusuri sampai ke akar hidup itu sendiri.      Disinilah cerita yang dibingkis realitas menyajikan lika-liku hidup syang      sulit dipahami bahkan dicumbui oleh banyak orang justru buku ini hadir      sebagai dramatisasi pentingnya menghidupkan kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;      Penuh misterius,, cerdas dan menggemaskan….!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1029" type="#_x0000_t75" style="'width:240pt;height:180pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Guest\LOCALS~1\Temp\msohtml1\05\clip_image009.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1030" type="#_x0000_t75" style="'width:240pt;height:160.5pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Guest\LOCALS~1\Temp\msohtml1\05\clip_image011.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1033" type="#_x0000_t75" style="'width:240pt;height:165pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Guest\LOCALS~1\Temp\msohtml1\05\clip_image013.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1031" type="#_x0000_t75" style="'width:240pt;height:150.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Guest\LOCALS~1\Temp\msohtml1\05\clip_image015.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1032" type="#_x0000_t75" style="'width:240pt;height:180pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Guest\LOCALS~1\Temp\msohtml1\05\clip_image017.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-3196945042856865064?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/3196945042856865064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=3196945042856865064&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/3196945042856865064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/3196945042856865064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/12/karena-kita-butuh-membaca.html' title='Karena kita butuh membaca'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-8857988673405408288</id><published>2008-10-23T09:05:00.002+04:00</published><updated>2009-01-12T08:08:18.018+04:00</updated><title type='text'>Sebatas tarian kata-kata</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENDEKATI GERAI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt; :Yi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;di telinga ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;secara kebetulan kita belai membelai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;merapat cepat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;dan terbang sejadi-jadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;desahmu perlahan berbunyi rindu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;lucuti raut mimpiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;aku terpukau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;hingga selengang bukit hijau kutimang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;segala pohon menggelegar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;semua burung jatuh terkesima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;sebentar aku pergi melepaskan diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;lalu kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;cuaca tiba-tiba berangin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;udara begitu dingin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;tubuhku terasa sengal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;sebab udara nyaris anyir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;aku berlaga, tapi tidak main-main&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;menghindari remang dan mencari temaram&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;sebab aku begitu yakin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;kau adalah cahaya yang didera derita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;aku pun menunggu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;menunggu seperempat wajahmu untuk dicarai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;lalu menyimpulkan sepenuh daya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;bahwa kau adalah kejujuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;tanpa ada yang menyebut kata itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;termasuk dirimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Yogyakarta, 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MEMAHAMI LAUT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DENGAN KEMUNGKINAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;aku hanya ingin melihatnya dengan kengerian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;di batas ayat yang mengalir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;sebatas pesona keindahan yang berlebihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;mungkin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;mungkin laut adalah kebahagiaan tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;tanpa harus bermasturbasi hingga langgeng&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;aku mesti sedikait melukai perasaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;demi kengerian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;yang sejatinya adalah cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;mungkin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;mungkin tak perlu memaksamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;menyesali atas kebenaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;tenang atas kepiluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;sebab beginilah orgasme pada akhirnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;mari belajar congkak dan bersandiwara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;demi kesetiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Yogyakarta, 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;MELUCUTI BAJU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;kalau ingin merenung kepulan api di mata ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;ada beribu harapan mematung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;dibiarkan tanpa ada tangan dan bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;sampai kita bisa menyentuhnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;dan menyebut apa ia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;aku tak hendak seperti biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;seperti rumus, kita baca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;simpulannya terus selalu itu saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;kita nyaris lupa mencipta mimpi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;bahkan buat secarik sepi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;kalau ingin merenung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;sesuatu itu banyak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;hanya kita belum bisa menemukannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;apakah ia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;ia itu rahasia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;cintalah yang menemukan jawaban atas itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Yogyakarta, 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;DI KAMAR TERAKHIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;berawal dari kemarau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;impianku adalah kegairahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;yang pecah di garis tanganmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;keteduhan yang kita yakini dekat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;menyusun kepergian diam-diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;segala rasa resah dan pecah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;kukecup keningmu sembari bernyanyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;seperti tak ada sesuatu terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;ah, rasanya kau masih terikat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;senyumku kau lumat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;lalu serangkai kata baku kau muntahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;jangan lekas tidur, katamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;: itu perpisahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;bukan kepergian yang sebentar, kataku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Yogyakarta, 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;SESEORANG YANG MENEMANIKU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;dari kelahiran empat mata kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;sudah aku membacanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;sebelum lembar berikutnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;kusimpulkan di ujung ubunmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;barangkali aku mencipta pertemuan ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;dan menemainya sebuah diksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;yang sebelumya tak terwujud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;kosong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Yogyakarta, 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;DEFINISI CINTA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;cinta adalah seliar akar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;bebas menjalar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;menyerap sumber air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;lirih meraba setiap benda yang ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;cinta bukan riak angin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;selalu menginginkan dingin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;reranting yang gemetar disana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;bukanlah nurani penyair&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;harus sanggup melafalkan kata-kata yang kau mau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Yogyakarta, 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;BEGITULAH BERMAIN CINTA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;kelu adalah sunyi yang berbunyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;seperti kebodohan yang tertata benar-benar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;lambat laun menjadi setenang purnama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;di tengah tahu menahu saling memandang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;mempertemukan kata-kata kita telanjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;dan menyelimutinya dengan ucapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;kemarin, sebelum wajahmu membual di sampingku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;kegairahan kita amat kuat untuk mendekap cahaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;segala suram pun pecah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;curahan mencerah dan tumbuh bersama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;terdengar angin dengan keriangan liar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;membawa langit semakin menyamping&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;kau begitu khawatir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;seperti tutur kata dalam hatimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;kau benar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;setelah wajahmu membual di sampingku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;arus deras datang ke dalam jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;melukai usiaku yang separuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;dan menggerus segulung nafsu di mataku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;dan sekarang, kau tak perlu khawatir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;sebab begitulah bermain di dalam cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;seperti laut selalu terikat pada arus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;selalu ada pasang dan surut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Yogyakarta, 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:14;"  lang="IN" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;SETELAH USIA&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;dalam deras air mengalir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dalam gerutu jemari menari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;itulah pemberontakan sesungguhnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;suara mantramantra merengkuhku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kesunyian pun tersapu entah diam dimana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;seorang penyihir menyala di segala air&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;persis tinta jatuh ke tanah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tutupi siang dengan gerak tangannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;di wajah penyihir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tubuhku berguling dideru angin, tergilis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pasi seperti mayat melayang kesana kemari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;aku batu dengan sayapsayap lumpuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;memahami nyeri luka usia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;aku pencari, pohon dan batu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang diam bertahuntahun menghafal suara khas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ketika orangorang lewat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ketika burungburung langit sleweran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dari sebuah dusun ke dusun lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bukan matamata, bukan malaikat, bukan pengintai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;aku matamata pada batu nisanku sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan selebihnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Pare, 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:14;"  lang="IN" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PINTU TUA&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;lama tidur terlelap mimpi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan saat kau buka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mimpi-mimpiku tegang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;harapku berpijar garang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;dalam tidur panjang bersamamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dunia tak pernah tahu ia dunia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;nafas, angin dan ruh tak pernah tahu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ia ombak di hadangnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan hampir kau mengerti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tuhan selalu tenggelam di kejauhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sejauh angan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;dalam tidur panjang bersamamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kita ibarat darah dalam tubuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menempuh kebosanan demi kebosanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;berputarputar membilang begitu saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan hampir kau mengerti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;rumusrumus alasanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;: kehidupan benarbenar resah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;membuatmu harus menyelam dan terbenam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sebab kau butuh aku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:Georgia;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Yogyakarta, 2008&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-family:Georgia;font-size:14;"  lang="IN" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;KILAU RAMADHAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="color: rgb(102, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:14;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;baiklah. waktuku telah matang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;persis saat kau datang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dentumkan guntur dalam dadaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sebelum kilau bugilmu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menghujani tanah dan tanah airku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dekatkan wajahwajah penempuh ejakulasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kami berperang dalam ranjang yang bergairah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan ranjangku pasrah dan jauh lebih bergairah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p style="color: rgb(102, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;seperti sejarah laron di malam hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mereka akan datang berbondongbondong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mendekati objek cahaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;di kegelapan zaman yang tersisa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mengeja percik cahaya, menggambarnya sambil terbang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hingga tak ada waktu mereka bermimpi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="color: rgb(102, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;baiklah. waktuku adalah zamanku, adalah suaraku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dengarkan denyutmu yang menjelma segumpal awan terang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang aku baca dan justru tersesat didalamnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;demikian kucinta kesesatan itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kujadikan kebenaran yang setiap malam kulahap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sebab laparku seperti bumi yang bergeleng&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;berputarputar menyisir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(102, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Yogyakarta, 2008&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;SURAT KEPADA ALJABAR,&lt;br /&gt;TENTANG SENJA DAN LAUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;selesit cahaya kemerahan yang terpancang ke kamarku&lt;br /&gt;segulung ombak pada laut yang kau kirim itu&lt;br /&gt;masih belum bisa kutata menjadi angka&lt;br /&gt;masih sepi untuk lahirnya carik-carik trigonometri&lt;br /&gt;sebab jari-jari adalah hitungan angka yang bisa terbagi&lt;br /&gt;dan cahaya adalah secepat kilat yang tak terbatas&lt;br /&gt;bisa ganda dan terbagi&lt;br /&gt;seperti air yang mengalir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkali-kali dingin menjelma linear dan kudrat&lt;br /&gt;tubuhku telanjang di tengah belantara kamarku&lt;br /&gt;dan kerinduaku akan bajumu sering menggelinding&lt;br /&gt;seperti elips, seperti kerucut dan piramida&lt;br /&gt;membentuk persegi di kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selesit cahaya kemerahan yang terpancang ke kamarku&lt;br /&gt;segulung ombak pada laut yang kau kirim itu&lt;br /&gt;sesekali menyuruhku meminjam bayang-bayang temanmu&lt;br /&gt;seperti Pascal,Newton,dan Pytagoras&lt;br /&gt;aku manut pada kata-katamu&lt;br /&gt;hingga aku menemukan kehidupan yang hidup&lt;br /&gt;dengan belantara yang menjelma kalkulus,dan sin,cos,tan&lt;br /&gt;lalu kuhitung angka demi angka&lt;br /&gt;menata dan memadatkannya dengan menyerap energi belantara&lt;br /&gt;agar aku bisa mendirikan menara pada tubuhku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Yogyakarta,17-05-2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Orgasme &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;pertama kali. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;aku tanam udara di jidakmu yang menjelma paruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;alu seyum yang tumbuh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;bisikan adalah khayalan yang jauh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;juga kata-kata panjang pada tubuhmu yang rapuh:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;kudapati ketika kusentuh kau luluh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;meski peluhmu menanarkan lembar kertas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;sebelum kutulis isi mahar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;nanar menggetarkan kasur &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;kita menjelma ledakan dan keributan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;antara malam dan subuh yang angkuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;mungkin ada sandi yang salah dalam peta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;hingga aku harus gugur terkapar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;menanggalkan angan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;yang seharusnya harus kutulis besok &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kala Getir Bergetar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;sering terdengar gelepar kelelawar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;seperti bisik yang kucicip&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;seperti berita yang kubaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;melempar kiri mataku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;perlahan sungguh menghujam layar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;ada yang mengirimku jarum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;melisut udara jalanan menjadi lebam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;dinginnya lapuk menampar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;hingga tangan tak mampu mengerat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;apalagi mencatat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;ia juga mengirimku boneka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;sebagai kawan yang sepi pualam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;tak ada pertanyaan atau diskusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;seperti mereka membuat larau dalam percakapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;dan tatapan yang laun telah ia ayun &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Yogyakarta, 2008&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Pisau Cukur&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;: Sripanya Varomahatera&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;kau dekat, pada mataku jauh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;yang dekat di mataku justru kau amat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;kau tersenyum?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;sekedar kulepaskan hening pada siapa saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;untuk mengerat hawa dalam nadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;membelut bunga-bunga yang amat melekat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;dengan kehampaan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;inilah jubah, ikat pinggang, jarum, mangkok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;dan sarang air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;sebagai pisau untuk mencukur rambut kami &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;memahamimu aku menangis terkadang malu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;kukepal tangan agar jiwa tumbuh kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;dan terlelap oleh angin yang sepoi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;tapi entah. aku mengirikanmu ketika perbincangan di kamar itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;dada kami seperti perih sejenak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Magelang, 08-04-2008&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Sebuah Kisah Kasih&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;setiap ruang terasa patah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;ketika kupilih untuk menghafal nama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;yang teraba adalah sisa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;sisa adalah aroma yang sengat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;meretakkan kepala &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Terlalu Cepat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;ketika denyut menulis gerimi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;maka saat itu harus kutulis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;perjamuan huruf menyingkat pertemuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;bahwa kita mencipta kerinduanyang amat hebat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Madura, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Hujan di Pagi Hari:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;untuk Safitri&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;kematianku yang lalu lalang tadi malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;penuh berigsut, sayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;pagi ini sunyi juga mencekal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;tapi tiba-tiba sungai mengalir deras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;ketika rambutmu terurai gerimis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;tebingpun runtuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;semua kilat berpijar hingga ke kamar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;menyibak sajak-sajak yang tersembunyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;semua benda terasa pucat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;kata-kata yang tersingkap menjadi lenting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;tapi hanya sebentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;dan aku rasa mereka juga telah siuman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;seperti perawan yang kedua kalinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;engkaupun tentu merasa apa yang kau igaukan semalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;sebab, pagi ini ada isyarat warna hujan yang kau lukis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;seperti kau lukis warna kemarau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;seperti puisiku yang menghitung rintik-rintik hujan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;aku sentuh warnamu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;ada yang basah, ada yang gelisah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;ia bergetar menaiki desahku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;akhirnya, kudekap warnamu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Yogyakarta, 2008 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Riwayat Sajak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;sebelum kulempar bersama khayal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;puisi adalah alur secepat kilat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;mengalir seperti air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;ia bersemayam dan beranak pinak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;dalam hiruk pikuk laut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;yang ombaknya sering berlawanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;ketika ikan-ikan sekarat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;segera kutulis kematian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;sebelum kematian menulisku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;dan segera kutulis kematianku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;matilah ia dan tak menemukan tema&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;tentang wajahku yang tak ada yang biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;yang ia kenal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;seperti seniman, apa yang harus ia lukis dari wajahku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;yang tak ada yang biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;yang ia kenal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;kau pelajari saja puisiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;jangan sampai ada pertanyaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;sebab aku tak cukup punya kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;bahkan untuk memanggilmu saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Yogyakarta, 2007 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Hikayat Sepasang Baju&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;seperti untai yang belum diucap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;ada risih tersulam senyap: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;kita memilih putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;seperti busur panah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;membidik titik yang amat tengah: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;kita adalah arah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;mencipta sudut yang sama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;tanpa kata, sebab kita mengerti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;sebab kita berdetak di satu alur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;lebur membaur dalam kapur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Yogyakarta, 2008 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;strong&gt;Malam Yang Lain&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;masih kugenggam aroma tubuh menjelang tidurku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;bekas sentuhan bibirmu yang baru aku kenal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;dan masih aku ingat berpuluh bibir lain meresap dalam puisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;padanya kutemukan goncanagan-goncanagan cengang yang asing &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;aku simpan raungnya agar aku bisa membedakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;getar dan getir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;sebelum bibir lain meledakkan diksi baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;tapi aku lupa memandang wajahmu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;bagaimana daris-daris mengiris lidah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;yang akhirnya ia mencipta kerinduan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;tanpa aku sadari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;dan kerinduanku menuang seluruh makna cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;nafas menjadi gelombang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;sebagai hirup melacak bau parfummu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;mungkin juga jejak sepatumu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Yogyakarta, 2008 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Awal Percakapan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;senyummu yang sunyi aku ayun tergesa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;kau sunyi, aku cari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;aku buang, kau cengang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;berteduh dalam ruang kita amat merindukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;untuk menikmatinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;hanya saja pagi terlalu jauh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;bahkan malu untuk menyatakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;bahwa kita akan mencari dan menanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;sebersit embun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;untuk kita tuang kedalam ceruk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;kau aku harus jaga dari diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;dari siang yang tertegun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;lalu berdiskusi tentang malam dan menjagakannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;dan kita bisa diam-diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;lari mencari pagi yang kita pilih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;pagi yang tersembunyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Yogyakarta, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;KIDUNG ULANG TAHUN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;aku terima sepenggal mayang&lt;br /&gt;dari pelepah siwalan&lt;br /&gt;kumaknai airmata tanpa luka&lt;br /&gt;dan kubiarkan ruang terpancang&lt;br /&gt;menghimpit nafas dan arah angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti lilin itu&lt;br /&gt;usiakau telah mencair&lt;br /&gt;disetiap sendi-sendi kalender&lt;br /&gt;juga pada organ-organ laut&lt;br /&gt;dalam doaku&lt;br /&gt;dan kubiarkan udara menghempas jendela&lt;br /&gt;dengan warna embun yang menyejukkan sajak&lt;br /&gt;dan meneduhkan kamar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi, wajah siapa yang pertama harus aku tatap&lt;br /&gt;untuk aku tanam udara di jidaknya&lt;br /&gt;agar udara membawa impianku ke langit kemerahan&lt;br /&gt;tentang lukisan senja pada puisiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(11-05-2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;SEBAB RINDUKU&lt;br /&gt;LEBIH LIAT DARI BATU&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;sebab rinduku lebih liat dari batu&lt;br /&gt;lebih dingin dari senyum&lt;br /&gt;dan hanya jemarimu yang menetas tersibak&lt;br /&gt;dari angan pada kenanganku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diam-diam kusergap jemarimu&lt;br /&gt;seluruh penjuru pintu mengerang&lt;br /&gt;menahan jerit peluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akupun jadi akar&lt;br /&gt;menjalar ke belukar&lt;br /&gt;membawa airmu yang membual&lt;br /&gt;ke seluruh sendi rinduku&lt;br /&gt;meski akar dan rindu&lt;br /&gt;tak mengenal sungaimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;ISOHIET&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;sebelum tumbuh menjadi angan&lt;br /&gt;darahmu menulis sajak&lt;br /&gt;serupa garis tertuju pada rusukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku baca warnamu&lt;br /&gt;seperti menyuruhku menyibak air mata&lt;br /&gt;melupakan gemuruh hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akupun baca matamu&lt;br /&gt;seperti mengajakku mengeja kata&lt;br /&gt;untuk mencipta suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku baca juga garis-garismu&lt;br /&gt;seperti jerit jantung yang memanggilku&lt;br /&gt;lalu aku menghampirimu&lt;br /&gt;menyaksikan tarianmu&lt;br /&gt;diantara tulang-tulang rusukku&lt;br /&gt;:lekuk tubuhmu meledakkan isi kamarku&lt;br /&gt;tempat aku menggali rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;NAMAKU AYAT&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namaku ayat&lt;br /&gt;pasi seperti mayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayatku bukanlah ayat yang aku baca&lt;br /&gt;yang aku baca adalah hayat&lt;br /&gt;hayat adalah ayatku&lt;br /&gt;seperti langit dan laut&lt;br /&gt;ia baca dirinya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayatku bukanlah namaku&lt;br /&gt;namaku hanya memilih namanya&lt;br /&gt;bukan ayat yang memilih hayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayatku membaur dalam nama&lt;br /&gt;hayatnya terpisah dari ayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka namaku tak seperti hayatku&lt;br /&gt;ia lebih seperti kabut dan gelombang&lt;br /&gt;lupa baca dirinya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;INSTRUMENTALIA&lt;br /&gt;KAMPUNG HALAMAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;pagi ini sinar menjagakanku&lt;br /&gt;terjaga dari hiruk pikuk mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada yang beda dari hari kemarin&lt;br /&gt;tapi aku rasa tak asing bagiku&lt;br /&gt;sebab embun pagi ini&lt;br /&gt;seperti pernah hinggap mencipta sejarah&lt;br /&gt;bagaimana kerinduan pada sunyi seketika luluh&lt;br /&gt;ketika gurat desir angin&lt;br /&gt;menyapu tetumbuhan yang amat lirih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anganmu tentu akan terbawa tertawa&lt;br /&gt;ketika sesak sesering mungkin memikat&lt;br /&gt;dan tiba-tiba ia lucuti rasa gusar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-8857988673405408288?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/8857988673405408288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=8857988673405408288&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/8857988673405408288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/8857988673405408288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/10/sebatas-tarian-kata-kata.html' title='Sebatas tarian kata-kata'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-4541318020203897684</id><published>2008-09-09T07:16:00.004+04:00</published><updated>2008-11-27T08:45:15.254+04:00</updated><title type='text'>Konflik Madura - Sampit</title><content type='html'>&lt;div style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 204);font-size:85%;" &gt;Kerusuhan etnis di Kalimantan Tengah berakar pada pelanggaran yang telah berlangsung selama beberapa dekade atas pelanggaran hak-hak masyarakat adat serta pengrusakan besar-besaran atas sumber alam di propinsi tersebut.&lt;/span&gt; &lt;/h1&gt;&lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;     &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;Ketegangan terus terasa di Kalimantan Tengah menyusul kerusuhan antar etnis yang diperkirakan menewaskan 500 orang dan menyebabkan 80.000 orang terpaksa meninggalkan rumah. Ini merupakan penderitaan terbaru selama sejarah panjang kerusuhan di Kalimantan Tengah dan Barat. Kerusuhan ini marak pada tanggal 17 Februari di Sampit, ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur, ketika – dengan alasan masih belum bisa dipastikan - sebuah rumah milik penduduk asli Dayak dibakar habis. Menurut laporan orang-orang setempat, ada komplotan orang Madura yang baru saja tiba berkeliling Sampit sambil memekik ‘Matilah Orang Dayak.’ Ratusan orang Dayak mengungsi keluar dari kota atau berlindung di gereja-gereja. Setelah berita itu menyebar orang Dayak dalam jumlah besar kemudian kembali ke Sampit untuk membalas dendam. Enam orang tewas. Kerusuhan menyebar dengan cepat ke kota maupun kampung sekitar dan mencapai ibukota propinsi Palangkaraya, 220 kilimeter ke sebelah Timur. Dalam sebuah insiden terburuk saat kerusuhan, 118 orang Madura yang sedang dalam perjalanan ke Sampit dibunuh oleh orang Dayak di kampung Parenggean pada tanggal 25 Februari, setelah polisi pengawal mereka melarikan diri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt; Pada tanggal 2 Maret, kekerasan cukup mereda dan memungkinkan kunjungan Wakil Presiden Megawati selama 30 menit ke kem pengungsi di Sampit yang kemudiaan diikuti dengan kunjungan singkat Presiden Wahid pada tanggal 8 maret ke Sampit dan Palangkaraya. Bagaimanapun ketenangan yang relatif itu hanya bisa tercapai karena sebagian besar pendatang orang Madura sudah bersembunyi di kem-kem, mengungsi ke Banjarmasin, ibukota propinsi tetangga, Kalimantan Selatan, atau sudah dievakuasi ke Jawa. Kekerasan lebih lanjut terjadi setelah kunjungan Wahid dimana enam orang pengunjuk rasa Dayak ditembak mati polisi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;Pada tanggal 22 Maret terjadi lagi kerusuhan di dan di sekitar ibukota Kabupaten Kuala Kapuas. Sebanyak 17 orang lagi dilaporkan tewas dan banyak rumah serta harta benda yang dibakar. Banyak orang Madura meminta perlindungan polisi. Polisi mendapat perintah tembak ditempat terhadap para perusuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;Bulan April kerusuhan baru berupa pembakaran rumah dilaporkan di Pangkalan Bun, ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat. Menurut polisi setempat, kerusuhan diawali oleh sekitar 400 orang yang tiba dengan menggunakan truk dari arah Sampit yang berhasil menerobos para polisi yang mencegah mereka untuk memasuki kota. Mereka mulai membakari rumah-rumah orang Madura, sekaligus menciptakan arus pengungsi lebih lanjut. Kembali ke Sampit, orang Dayak bentrok dengan polisi pada tanggal 10 April ketika para pengunjuk rasa yang marah memprotes penahanan dan penembakan orang Dayak. Para pengunjuk rasa menuntut agar semua polisi mundur dari kota. Tembakan dilepaskan dan seorang awam tewas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;Kelompok hak asasi manusia mengkritik kelambatan dan ketidak-efektifan tanggapan polisi dalam mengatasi kerusuhan dan menentang anjuran, yang didukung oleh beberapa pejabat di Kalimantan, dilakukannya evakuasi massa orang Madura. Sebagian pengungsi menolak meninggalkan Kalimantan dengan mengatakan mereka tidak punya saudara di Madura dan Jawa Timur. Dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan tanggal 1 Maret, sembilan LSM nasional mengkritik perhatian pemerintah dalam bentuk menyediakan kapal untuk mengevakuasi pengungsi dan memperingatkan bahwa hal itu akan "menyebar-luaskan benih-benih kerusuhan di seluruh nusantara."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt; Sejumlah usaha secara formal sudah ditempuh untuk membawa pihak-pihak yang bertikai ke meja perundingan dan mengurangi ketegangan. Hal ini mencakup pertemuan di Jakarta antara pemimpin Dayak dan Madura pada tanggal 22 Maret, yang mencapai kesepakatan bahwa saat itu masih terlalu cepat untuk memikirkan kemungkinan pengembalian orang Madura ke rumah-rumah mereka di Kalimantan. Pada akhir Maret, orang Dayak, Lodewijk Penyang, ditunjuk menjadi Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah. Ia mengumumkan pembayaran denda adat dan upacara tiga hari untuk penembakan polisi terhadap orang Dayak yang menewaskan empat orang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;LSM dan kelompok mahasiswa juga mengadakan pertemuan dan mengeluarkan pernyataan yang mendesak diakhirinya kekerasan dan menyerukan penyelesaian konflik melalui dialog. Rencana lebih lanjut mencakup Kongres Kalimantan dan Kongres Dayak. Di wilayah tetangga Kalimantan Timur dan Barat ada inisiatif untuk mencoba mencegah maraknya kerusuhan etnis di sana. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;&lt;b&gt;Akar Konflik  &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;&lt;i&gt;"Pembantaian yang terjadi tidak bisa disederhanakan sebagai konflik antara orang Dayak dengan Madura, apalagi sebagai konflik agama. Tapi akar dari masalah ini sudah lama tercipta ketika pemerintahan Orde Baru, yang didukung oleh lembaga-lembaga hutang internasional, secara bersama-bersama menanam modal di proyek-proyek besar, yang juga menanam akar dari konflik yang terjadi sekarang ini dan juga menggambarkan situasi kemanusiaan di Indonesia secara umum”&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;(Pernyataan NGO, Jakarta 1 Maret 2001) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;Tidak diragukan bahwa akan terjadi lebih banyak konflik jika sebab-sebab di balik ketegangan di Kalimantan ini tidak diatasi. Walau stereotype budaya, atau ‘’bentrokan budaya’’ antara orang Madura dan bukan Madura sudah digunakan untuk menjelaskan kekerasan, adalah penting untuk melihat pada sebab-sebab yang lebih mendasar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt; Konfrontasi yang mengandung kekerasan antara orang Dayak dengan pemukim Madura terjadi di bawah pemerintahan jaman Presiden Sukarno, di jaman Suharto, dan juga di bawah pemerintahan Wahid. Di Kalimantan Tengah, tahun lalu, empat orang tewas dalam insiden di Kumai pada Bulan Agustus serta di Ampalit pada Bulan Desember, dan banyak harta benda termasuk rumah yang juga dibakar. Bentrokan bisa ditarik sampai pada tahun 1950-an di wilayah tetangga Kalimantan Barat. Di sini pada tahun 1996 dan awal 1997 kekerasan antara kedua kelompok menyebabkan sedikitnya 600 orang tewas (&lt;i&gt;DTE&lt;/i&gt; 32). Sebanyak 260 orang lagi tewas pada awal 1999 (&lt;i&gt;DTE&lt;/i&gt; 41:4). Empat tahun setelah kerusuhan tersebut, diperkirakan 40.000 pengungsi Madura hidup dalam kondisi yang menyedihkan di penampungan-penampungan sementara di ibukota propinsi Kalimantan Barat, Pontianak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;Penyebab utama dari konflik antara masyarakat adat dengan pemukim Madura – dan konflik-konflik lain di Indonesia - adalah ‘pembangunan’ yang dipromosikan rejim Suharto selama tiga puluh tahun lebih. Sumber-sumber daya alam, termasuk hutan dan tambang Kalimantan diberikan kepada elite bisnis yang berkuasa sebagai konsesi. Pemilik adat - masyarakat adat Dayak - secara sistematis ditolak hak-haknya atas tanah dan sumber daya alam. Mereka tidak punya jalan untuk menempuh langkah hukum dalam mempertahankan hak-hak mereka karena, berdasarkan undang-undang Indonesia, hutan merupakan milik negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;Hutan tropis diubah menjadi plywood, tripleks, dan kayu untuk dieksport atas nama pembangunan. Perusahaan-perusahaan kayu raksasa yang mengeruk keuntungan besar dari menanam modal di perkebunan, perbankan, dan perumahan, menjadi konglomerat raksasa. Kekayaan alam Kalimantan mengalir ke tangan-tangan keluarga Suharto dan rekan-rekan bisnisnya dan membantu memicu kemajuan ekonomi yang berakhir pada pertengahan 1990-an. Banyak perubahan yang terjadi di Indonesia sejak ambruknya perekonomian Asia, jatuhnya Suharto dan terpilihnya pemerintahan demokratis yang baru, namun model kesejahteraan ekonomi yang diarahkan pada eksploitasi habis-habisan sumber daya alam masih tetap saja. Berdasarkan undang-undang otonomi regional yang baru, wilayah-wilayah harus mendapatkan pemasukan yang cukup dari sumber daya alam di bawah kendali mereka untuk membiayai layanan publik, mendukung birokrasi, dan memberikan keuntungan kepada elite setempat serta mengirimkan bagian keuntungan ke Jakarta. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;Komunitas internasional mendukung proses ini. ‘Paket penyelamatan ekonomi’ IMF mendorong eksport kayu, tambang, dan hasil perkebunan seperti minyak kelapa sawit untuk menyeimbangkan neraca ekonomi Indonesia. Ini termasuk membayar hutang kepada kreditur internasional yang senang meminjamkan pada masa Suharto. Bank Dunia mendanai program transmigrasi pemerintah Indonesia selama bertahun-tahun dan dengan Bank Pembangunan Asia mendukung sistem tanaman industri yang tergantung pada pekerja transmigran. Menurut angka Bank Dunia, selama tahun 1980-1985 (ketika dukungan Bank Dunia terhadap transmigrasi tinggi) 109.800 transmigran yang disponsori pemerintah bermukim di Kalimantan Tengah , dan di sana jumlah ini mencerminkan 65% dari pertumbuhan penduduk di sana. Angka-angka pemerintah tentang transmigrasi ke Kalimantan Tengah selama tahun 1969-1998 adalah 117.380 keluaraga atau sekitar 5,9 juta jiwa. Angka total untuk Kalimantan adalah 426.446 keluarga dan angka total nasional adalah 1,9 juta keluarga. Sepanjang tahun-tahun belakangan ini transmigrasi ke Kalimantan Tengah terpusat pada bencana proyek raksasa di Kalimantan Tengah yang ditujukan untuk mengubah satu juta hektar lahan gambut menjadi lahan pertanian PADI (&lt;i&gt;DTE&lt;/i&gt; 38).  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;Dalam pernyataan pada bulan Maret, LSM Indonesia menuntut agar lembaga-lembaga seperti Bank Dunia “mengakui kegagalan dan kesalahan mereka kepada orang-orang yang terkena ledakan kerusuhan” dan “memberlakukan rehabilitasi dan peningkatan yang tidak pernah dilaksanakan.” Mereka juga menuntut agar Bank Dunia, IMF dan ADB, serta perusahan-perusahaan raksasa lebih terbuka pertanggung-jawabannya “untuk mencegah terulangnya tragedi kemanusiaan yang SIA-SIA.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;&lt;b&gt;Perubahan pesat  &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;Suku Dayak yang beraneka-ragam menjadi subyek dari perubahan yang besar dan pesat selama dekade terakhir ini. Gaya hidup tradisional sudah tersapu dalam satu atau dua generasi di KEBANYAKAN tempat. Masyarakat Dayak tidak bisa lagi hidup dari perkebunan hutan dan penebangan kayu skala kecil begitu perusahaan kayu menggunduli kayu-kayu yang bernilai, persisnya begitu perusahaan PERKEBUNAK masuk untuk menghabiskan apa yang tersisa. Penebangan kayu komersial dan perkebunan kelapa sawit yang menggantikannya lebih suka menggunakan pekerja pendatang daripada orang Dayak. Banyak diantara mereka adalah pendatang spontan, orang-orang dari pulau-pulau lain yang mencari kesempatan untuk mendapatkan tanah dan membangun usaha dagang kecil. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;Kalimantan Tengah menjadi contoh masalah ini. Ekonomi setempat tergantung pada kayu dan perkebunan. Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan ibukota Sampit, mencakup wilayah 5 juta hektar, yang tiga puluh tahun LALU hampir seluruhnya merupakan hutan. Kini hanya 2,7 juta hektar yang dirancang sebagai ‘tanah hutan.’ Sisanya menjadi lahan pertanian, perkebunan, PEMUKIMAN atau semak belukar maupun lalang yang tidak produktif. Hanya 0,5 juta hektar yang digolongkan sebagai ‘hutan lindung’ dan orang setempat dilarang oleh hukum untuk menggunakannya sebagai sumber penghidupan. Satu juta hektar lebih merupakan sisa-sisa hutan yang MAUNYA diubah menjadi industri pertanian. Penebangan hutan gelap meluas dan hutan diperkirakan akan ditebang habis secara komersial dalam waktu sepuluh tahun. Orang setempat hanya mendapat sedikit sebagai ganti dari hutan mereka yang hilang. Sebagian besar hidup di bawah garis kemiskinan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt; Pemuda Dayak – yang menjadi judul berita sebagai “orang biadab” yang haus darah, yang memburu pendatang Madura - adalah korban dari proses panjang yang berlarut-larut dalam pengrusakan identitas mereka. “Pembangunan” telah mengikis gaya hidup tradisional dan menganggap remeh otoritas pemimpin masyarakat serta menawarkan sedikit sekali kepada para pemuda asli setempat. Mayoritas hanya punya pendidikan dasar beberapa tahun karena kurangnya sekolah dan uang untuk membayar uang sekolah. Mereka tidak dilengkapi dengan baik untuk bersaing SECARA EKONOMI dengan pendatang. Sebagian besar mengandalkan pekerjaan manual dengan gaji rendah dan pekerjaan tidak tetap. Seluruh generasi dijanjikan masa depan yang cerah, mula-mula dengan janji pembangunan Soeharto, melalui reformasi, dan kini demokrasi. Namun sebagian besar masih tetap miskin dan tidak berdaya. Sama seperti di daerah-daerah lain tempat maraknya ‘konflik horizontal,’ orang-orang di Kalimantan Tengah yang tidak berdaya menuding kelompok lain karena mereka frustasi dan tidak tahu siapa lagi yang harus dituding untuk kesulitan hari demi hari. Sasaran orang Madura berkaitan dengan persepsi umum di kalangan orang Dayak dan KELOMPOK suku lainnya di Kalimantan bahwa orang Madura secara budaya sombong dan MEREKA lebih disukai dibanding suku-suku lainnya dalam pekerjaan, dan tidak dihukum polisi jika melakukan kejahatan. Beberapa pemimpin Dayak, dan Madura, membuat perbedaan antara masyarakat Madura yang sudah lama berdiam yang sudah menyesuaikan diri dengan Kalimantan dan tahu bagaimana untuk hidup berdampingan dengan suku lainnya, dan para pendatang baru yang lebih suka menyinggung perasaan orang setempat. Para pemukim dari suku-suku lainnya jarang muncul di dalam laporan media dari Kalimantan, walau banyak kasus keluarga non-Madura bergabung dengan pengungsi yang meninggalkan Kalimantan karena kuatir mereka akan menjadi sasaran kelompok Dayak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;Hanya sedikit keraguan kalau perorangan atau kelompok tertentu memanipulasi potensi konflik yang ditimbulkan oleh stereotype budaya dan atau yang membantu pengekalannya. Ada dugaan bahwa kelompok-kelompok yang berbeda dalam elite Dayak di Palangkaraya menggunaka ‘kartu anti Madura’ dalam persaingan merebut posisi politis – yang berdasarkan otonomi wilayah sekarang makin dipertaruhkan. Keengganan para pemimpin politik Dayak untuk mengecam pengungsian massal orang Madura mungkin saja mendorong kekerasan ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;Pihak lain yang mengambil untung besar dari konflik ini adalah militer Indonesia. Di sini, seperti di wilayah-wilayah lain negeri yang ada konfliknya, militer menggunakan kekerasan untuk mengesahkah kesinambungan peran yang mencolok. Anggota aparat keamanan juga mengambil kesempatan dari tragedi ini untuk mendapatkan uang dengan memaksa para pengungsi yang ketakutan membayar pengawalan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;http://dte.gn.apc.org/49iKl.htm&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:gill sans,gill sans mt,arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-4541318020203897684?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/4541318020203897684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=4541318020203897684&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/4541318020203897684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/4541318020203897684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/09/wahidiyah.html' title='Konflik Madura - Sampit'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-5276945805825674987</id><published>2008-06-04T12:03:00.002+04:00</published><updated>2008-06-04T12:06:51.486+04:00</updated><title type='text'>Resensi Ajaran Rahasia Orang Jawa</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEZMqfGgMDI/AAAAAAAAAFE/fuptuDeMgWY/s1600-h/sampul+Ajrn+Rahasia+Org+Jawa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207934311887548466" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEZMqfGgMDI/AAAAAAAAAFE/fuptuDeMgWY/s320/sampul+Ajrn+Rahasia+Org+Jawa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Belajar “Rasa Sejati lan Sejatining Rasa”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;&lt;strong&gt;Judul Buku : Ajaran Rahasia Orang Jawa&lt;br /&gt;Penulis : Capt. R.P. Suyono&lt;br /&gt;Penerbit : LKiS&lt;br /&gt;Cetakan : 1, Februari, 2008&lt;br /&gt;Tebal : V+122 Halaman&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Peresensi : Iqro' Alfirdaus&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada pepatah yang mengatakan bahwa orang jawa nggone rasa. Artinya, hidup orang jawa berselimutkan rasa. Inilah salah satu indikasi bahwa orang jawa dalam segala sikap dan perilakunya rasa yang didahulukan. Rasa bisa dikatakan merupakan kulit danging. Maka, tidak salah kalau ada sebuah istilah raos rasa (rasa jawa). Yakni, suatu kesadaran hidup yang dilandasi oleh ke-jawa-an.&lt;br /&gt;Orang yang hidupnya memelihara rasa, akan menanggung malu besar-besaran. Itulah sebabnya, olah rasa menjadi wajib dalam kehidupan Jawa. Seni olah rasa menjadi semacam ngelmu yang amat rahasia. Orang yang gagal mengolah rasa, hidupnya akan sia-sia. Karena orang tersebut menanggung beban rasa selama hidupnya.&lt;br /&gt;Seni olah rasa yang sangat menggetarkan dalam praktik kehidupan kejawen adalah bawa rasa. Laku ini merupakan arena sakral untuk mengupas tentang rasa Jawa yang terdalam. Yang menjadi tonggak pembicaraan adalah adalah surasa, yakni rasa yang hebat. Rasa yang bernilai lebih, yakni rasa sejati dan sejatining rasa yang merupakan titik tolak ajaran kebijaksanaan orang Jawa.&lt;br /&gt;Rasa sejati dan sejatining rasa adalah bangunan spiritual yang penuh makna. Orang yang tahu ini belum tentu mampu menghayati. Apabila hanya sekadar tahu kulitnya, atau bahkan salah memahami, hidupnya mungkin tak akan menggunakan rasa. Maka ada orang yang hidup yang sebenarnya tak hidup. Mereka hidup raga saja, rasa telah hilang. Mereka telah mati rasanya.&lt;br /&gt;Dalam segala bentuk rasa akan berkibar. Rasa akan bercampur dengan keinginan, pikiran, dan hawa nafsu. Semua ini hampir sulit dipisahkan. Hanya bisa dibedakan ketika seluruh rasa itu lari dari rasa sejati dan sejatining rasa. Oleh karena itu, untuk memahami yang pelik ini perlu paham kejawen. Inti ajaran kejawen adalah puncak penghayatan mistik. Baik mistik maupun kejawen adalah dua hal yang tak terpisahkan dengan kebatinan Jawa.&lt;br /&gt;Rasa sejati dan sejatining rasa tak dapat dikatakan. Kalau ada yang dapat menerangkan, itu hanya bersifat lahir. Sebab, rasa sejati dan sejatining rasa sebenarnya bersifat subjektif, tak terbatas. Mungkin hanya bisa dikatakan oleh seseorang yang benar-benar paham atas rasa. Rasa adalah amat rahasia. Ada pula yang menyebutnya rahsa. Antara keduanya sangat mirip. Keduanya amat halus, terkait sukma dan ruh. Pada saat rasa megalami kulminasi, baru sampai rasa sejati.&lt;br /&gt;Dengan rasa sejati, orang Jawa dapat melakukan kontak langsung dengan kesetiaan rasa. Rasa sejati yang dapat menemukan sejatining rasa. Rasa sejati adalah kawasan batin dalam jagad emosi. Wilayah ini amat intuitif, yang menuntun rasa khadim, yang menuntun pribadi pada jenjang mistik tingkat tinggi. Tatanan ini realitas batin yang tenang menuju pada intinya.&lt;br /&gt;Jika rasa sejati dan sejatining rasa telah diolah dengan halus akan memunculkan feelling. Yakni daya intuitif yang peka terhadap segala fenomena. Jika rasa mulur mungkret (membesar-mengecil) maka rasa sejati dan sejatining rasa tak kenal itu. Yang terakhir ini yang abadi, memomong rasa yang lain. Rasa lain yang amat kasar dibimbing oleh rasa sejati dan sejatining rasa menuju pada titik tertentu sesuai dengan nilai-nilai kemanusian dan ketuhanan. Karena rasa ini memadukan mikrokosmos dan makrokosmos hingga sampai pada tataran sukma sejati (ulmate of the soul).&lt;br /&gt;Orang Jawa yang bisa memahami dan menghayati rasa sejati dan sejatining rasa akan menjadi man of ulmate truth, artinya manusia sejati. Dia itu sebagai jalma pinilih, istimewa atau sakti mandraguna. Karenanya, bukan tidak mungkin kalau dia akan tahu sadurunge winarah, maksudnya sebelum ada kejadian telah tahu apa yang mungkin terjadi. Dia sebagai jalma limpat semprapat tamat, tahu sedikit saja telah paham hal-hal lain yang lebih luas. Dengan berbekal rasa sejati dan sejatining rasa itu, yang bertindak dalam hidup tak sekedar dirinya, melainkan ada hembusan suara Tuhan.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, buku yang berada di hadapan pembaca ini sangat menarik untuk dibaca karena menjelaskan berbagai fenomena dan cara berpikir orang jawa yang bertitik tolak dari rasa sejati dan sejatining rasa sebagaimana di atas, hingga pada keyakinan orang Jawa mengenai paraning dumadi, yaitu asal-muasal manusia dan hendak ke mana setelah kematiannya. Yang kemudian dari ajaran ini, lahir fenomena khas orang jawa yang disebut klenik atau ilmu kesaktian, yang sampai saat ini masih diyakini dan dijalankan orang Jawa.&lt;br /&gt;Dengan bahasa yang sangat sederhana, pembaca akan sangat mudah untuk memahami buku ini. Selain itu, penulisnya sangat jelas membeberkan bagaimana orang Jawa menjalankan ilmu kerahasiannya (rasa sejati dan sejatining rasa) ini dalam kehidupan. Akhirnya, buku ini bukan menunjukkan bahwa orang Jawa lemah-lembut dan sakti mandraguna karena ajaran-ajarannya, sebab orang Jawa sama saja dengan manusia lain yang berada di dunia ini. Ia bisa lembut dan kasar, salah dan benar, serta sakti mandraguna. Yang benar hanya kehidupan itu sendiri. Namun, kita akan mengenal bahwa ajaran orang Jawa berangkat dari rasa sejati dan sejatining rasa yang lebih mendambakan cinta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-5276945805825674987?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/5276945805825674987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=5276945805825674987&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/5276945805825674987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/5276945805825674987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/06/resensi-ajaran-rahasia-orang-jawa.html' title='Resensi Ajaran Rahasia Orang Jawa'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEZMqfGgMDI/AAAAAAAAAFE/fuptuDeMgWY/s72-c/sampul+Ajrn+Rahasia+Org+Jawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-5585536226955764288</id><published>2008-06-04T11:56:00.001+04:00</published><updated>2008-06-04T12:01:07.389+04:00</updated><title type='text'>Resensi Tentang Buruh</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEZLofGgMCI/AAAAAAAAAE8/BeuR6-7dyiY/s1600-h/Buruh.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207933178016182306" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEZLofGgMCI/AAAAAAAAAE8/BeuR6-7dyiY/s320/Buruh.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Marginalisasi Kaum Buruh di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Judul Buku : Teologi Buruh&lt;br /&gt;Penulis : Abdul Jalil&lt;br /&gt;Tebal : xviii + 280 halaman&lt;br /&gt;Penerbit : LKiS&lt;br /&gt;Cetakan : I, April 2008&lt;br /&gt;Peresensi : IQRO' L. FIRDAUZ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, persoalan perburuhan di Indonesia masih belum mengalami penetrasi klimak yang menggembirakan, dan rumitnya lagi terus bermunculannya masalah baru dalam tema yang sama. Pasalnya, kedudukan dan nasib para buruh selalu tragis dan menyedihkan. Kaum buruh berada di dalam kondisi yang gamang. Pada satu sisi mereka terus hidup dengan kesadaran tradisional, dan di sisi lain mereka juga dihadapkan secara langsung dengan realitas tentang praktik-praktik diskursif dan hegemonisasi kapital.&lt;br /&gt;Ini bermula pada 1930-an setelah pemerintah Hindia-Belanda membuat regulasi sistem perbudakan. Hubungan kerja antara hamba dan majikan mulai bersifat kapitalistik. Dalam hubungan kerja yang bersifat kapitalistik ini pada substansinya&lt;br /&gt;telah memiliki perjanjian kerja (kuli ordonasi) dimana masing-masing pihak baik buruh maupun majikan sama-sama memiliki hak dan kewajiban. Akan tetapi, dalam realitasnya pihak majikan bisa memaksakan kehendaknya kepada buruh untuk melakukan sesuatu, sementara pihak buruh tidak memiliki kekuasaan untuk menuntut sesuatu yang menjadi haknya. Sebab, mereka khawatir akan dipecat yang pada gilirannya merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya.&lt;br /&gt;Para buruh atau tenaga kerja terus menerus dieksploitasi dan mereka tidak hanya mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk membantu tuan atau majikannya, melainkan nasib dan masa depan mereka juga dipertaruhkan. Mereka selalu menjadi manusia-manusia pinggiran yang tak pernah jelas masa depannya. Lahirnya serikat-serikat buruh, baik pada era kemerdekaan, era Orde Baru, maupun era reformasi, yang diharapkan akam mampu memperjuangkan nasib kehidupan kaum buruh ternyata juga belum terlihat hasilnya. Kaum buruh tetap menjadi pihak yang termarginalkan yang hidup dengan segala keterbatasannya.&lt;br /&gt;Demi kepentingan peningkatan produksi, kaum kapitalis melakukan eksploitasi terhadap kaum buruh. Akan tetapi, mereka tidak akan mampu melakukan eksploitasi tanpa adanya dukungan dan proteksi dari pihak negara atau pemerintah. Sebagai imbalannya, kaum kapitalis membayar pajak kepada negara yang digunakan untuk membiayai aparaturnya. Dalam upaya itu, negara melakukan hegemoni melalui aparat-aparatnya yang secara umum terdiri dari empat macam, yaitu aparat hukum, militer, pendidikan dan tokoh agama.&lt;br /&gt;Di sini harus dinyatakan bahwa persoalan perburuhan pada dasarnya memang merupakan salah satu agenda sosial, politik dan ekonomi yang krusial di negara-negara modern saat ini sebab ia tidak hanya menyangkut&lt;br /&gt;relasi antara para buruh dengan majikan, tetapi secara lebih luas juga mencakup persoalan sistem ekonomi dari sebuah negara dan sekaligus sistem politiknya. Ekonomi-politik suatu negara akan sangat menentukan corak dan warna dari suatu sistem perburuhan yang diberlakukan.&lt;br /&gt;Persoalan perburuhan tentu sangat ditentukan oleh sistem ekonomi dunia, khususnya sistem ekonomi kapitalis. Dalam sistem kapitalisme, kaum buruh cenderung dan dominan diekploitasi oleh pemilik modal yang dalam hal ini adalah majikan demi menceruk profit sebanyak-banyaknya. Mereka terus diperas tenaganya untuk menghasilkan barang jadi atau sesuatu yang memiliki nilai lebih. Sayangnya, nilai lebih itu sendiri tidak kembali kepada buruh, tetapi kembali kepada pihak pengusaha (kaum kapitalis). Dalam hal ini, buruh hanya menerima upah tertentu dari majikannya, dan ironisnya, upah tersebut sama sekali tidak merepresentasikan pembagian profit dari nilai lebih yang diperoleh pihak majikan.&lt;br /&gt;Tragisnya lagi, risiko pertama akibat ulah pengusaha yang ingin mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya justru ditanggung oleh kaum buruh. Jika ada sedikit guncangan pada perusahaan, jumlah mereka pun akan dikurangi. Dalam iklim usaha seperti ini, salah satu ukuran manajemen usaha yang baik adalah jika mampu menekan jumlah buruh sedikit mungkin, namun dengan kesetiaan dan skill kerja yang tinggi. Buruh yang sedikit kurang ahli atau kurang setia harus segera dicarikan penggantinya, dan kalau perlu dengan mesin robot atau sejenisnya. Akibatnya, jumlah pengangguran terus bertambah, dan secara politik, posisi kaum buruh cenderung semakin lemah dengan dihantui oleh perasaan khawatir akan diberhentikan, yang kemudian berimplikasi pada nasib keluarga mereka, para buruh dipaksa untuk menerima nasib sebagaimana adanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun buku ini hadir ke hadapan pembaca sebagai suguhan yang menguak dan menelusuri problem deskriptif perburuhan khususnya di Indonesia. Membaca paradigma yang menggerakkan sistemnya, dan untuk selanjutnya menawarkan konsep untuk memecahkan persoalan perburuhan baru yang lebih solid dan humanis serta mampu berlandaskan pada nilai-nilai religiusitas, yaitu melalui penelusuran norma-norma Islam secara tekstual maupun historisitas masyarakat Islam agar penanganan masalah perburuhan tetap mengacu pada fitrah manusia yang menjadi misi setiap agama mengingat fenomena yang sudah mendarah daging di kalangan para pemilik modal (kaum kapitalis) tentang sistem hegemoni kapitalisme yang menata atau men-set up kaum buruh sebagai bagian dari sistem produksi dengan metafora mesin sehingga melahirkan persepsi bahwa perusahaan adalah "mesin pencetak uang" dengan bahan bakar "keringat buruh". Upah yang diberikan kepada kaum buruh dianggap sebagai biaya yang harus disesuaikan dengan produktivitas yang dihasilkan. Maka tidak mengherankan jika nilai upah buruh yang rendah tersebut dinilai oleh pengusaha sebagai hal yang baik karena akan mendatangkan hasil yang maksimal baginya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu patut kiranya buku Teologi Buruh ini sebagai password yang bisa memecahkan persoalan tersebut berlandaskan konsep religiusitas, agar pihak buruh yang menyewakan tenaganya kepada orang lain seharusnya tdak boleh menjadi korban eksploitasi pihak yang mempekerjakannya. Dalam Islam, hubungan kerja antara majikan dan buruh dikonstruk dalam kontrak ijarah, yang memuat berbagai ketentuan kerja yang berlaku antara buruh, majikan, dan pihak ketiga serta aspek-aspek yang berlaku di dalamnya.&lt;br /&gt;Dalam konsep tersebut, seorang buruh secara umum berhak mendapatkan pendidikan dan keterampilan sesuai dengan kompetensinya; mendapatkan pekerjaan dan penghasilan sesuai dengan pilihannya; mendapatkan perlindungan, terutama pada pekerja yang cacat, anak-anak dan pekerja perempuan; mendapatkan waktu untuk istirahat dan cuti; melaksanakan ibadah yang diwajibkan oleh agamanya, dengan tetap mendapatkan upah; mendapatkan keselamatan dan kesehatan kerja; memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan; mendapatkan kesejahteraan, baik diri maupun keluarganya; mendirikan dan menjadi anggota serikat buruh serta melakukan mogok kerja.&lt;br /&gt;Meskipun secara konseptual buruh memiliki hak yang bisa menjamin kesejahteraannya dan oleh karena buruh dalam sistem ekonomi global begitu kompleks maka formulasi hukum tekstual mengenai ijarah ini perlu di kombinasikan dengan Syirkah-Inan, yakni sebuah kontrak kerja sama antara dua orang atau lebih untuk melaksanakan sebuah pekerjaan. Setiap pihak memberikan suatu porsi dari keseluruhan dana, dan juga berpartisipasi dalam kerja. Kedua belah pihak berbagi dalam untung maupun rugi (profit-loss sharing).&lt;br /&gt;Dengan kombinasi Syirkah-Inan-Ijarah, seorang buruh mempunyai posisi yang relatif sama dengan majikan dalam hal profit. Semakin tinggi laba yang diperoleh perusahaan maka dengan sendirinya upah mereka akan naik. Begitupun sebaliknya. Jika perusaaan mengalami kerugian maka seorang buruh pun ikut merasakan derita majikannya.&lt;br /&gt;Objektivikasi teori syirkah ini adalah dengan gainsharing approach, yakni pendekatan kompensasi dengan&lt;br /&gt;outcome tertentu. Sistem ini di set up sebagai bentuk berbagi keuntungan dengan pekerja atas performa dan produktivitas mereka dalam menghasilkan peningkatan laba dalam perusahaan. Dengan gainsharing system ini, problem produktivitas akan terjawab. Sebab, buruh akan cenderung mau bekerja maksimal karena hasil yang mereka terima bergantung pada produktivitas yang mereka hasilkan. Selain itu, mereka juga masih menerima upah harian yang besaran dan regulasinya menggunakan model ijarah, yang secara teoretik identik dengan Teori Marginal productivity dan Teori Bargaining. Dengan konsep perburuhan seperti itu maka problem perburuhan yang terjadi selama ini diharapkan akan bisa teratasi atau setidaknya terminimalisir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-5585536226955764288?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/5585536226955764288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=5585536226955764288&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/5585536226955764288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/5585536226955764288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/06/resensi-tentang-buruh.html' title='Resensi Tentang Buruh'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEZLofGgMCI/AAAAAAAAAE8/BeuR6-7dyiY/s72-c/Buruh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-4002479535510572375</id><published>2008-06-04T11:49:00.004+04:00</published><updated>2008-06-04T11:54:57.786+04:00</updated><title type='text'>Resensi Sufistik</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEZJ6vGgMBI/AAAAAAAAAE0/hnK0qwxZTLI/s1600-h/ada.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207931292525539346" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEZJ6vGgMBI/AAAAAAAAAE0/hnK0qwxZTLI/s320/ada.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#009900;"&gt;Ekstatik Spiritual Sang Darwis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Judul Buku : Nyanyi Sunyi Seorang Sufi &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEZJevGgMAI/AAAAAAAAAEs/ejlQiTFqxQ8/s1600-h/ada.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis : James Fadiman &amp;amp; Robert Frager Al-Jerrahi&lt;br /&gt;Penerjemah : Helmi Mustafa&lt;br /&gt;Tebal : Lxxiv + 348 hlm.; 140 x 200 cm&lt;br /&gt;Penerbit : Pustaka Al-Furqan, Yogyakarta&lt;br /&gt;Cetakan : Pertama, Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;Peresensi : Iqro’ L. Firdaus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#336666;"&gt;&lt;span style="color:#339999;"&gt;Adalah fenomena konkret yang masih terejawantah di masyarakat, sebuah kepercayaan yang “mendewakan manusia” serta memujinya, bahkan diyakininya memiliki kekuatan yang bisa dikatakan melebihkan Tuhan, meletakkan prioritas makhluk daripada Sang Khalik. Padahal, semua kekuatan dan kelebihan manusia prinsipnya adalah rahmat Tuhan yang dipinjamkan kepada manusia dan akan dikembalikan seutuh, sesuci dan semurni seperti asalnya. Inilah salah satu “pembakaran kemenyan” terhadap eksistensi sufistik dengan jalan kesufian. Sebuah jalan yang mengantarkan manusia untuk meletakkan Tuhan diatas segala makhluk-Nya. Seperti puisi Zu an-Nun dalam buku ini, “para sufi adalah mereka yang telah melebihkan Tuhan di atas segala sesuatu, sehingga Tuhan melebihkan mereka diatas segala sesuatu”.&lt;br /&gt;Sejarawan menggambarkan para sufi adalah mistikus dalam Islam. Setiap muslim percaya bahwa meereka bisa berhadapan melihat Tuhan setelah mati, tapi dalam hal ini para sufi adalah orang yang tidak sabar akan hal itu, mereka menginginkan bertemu Tuhan sekarang juga, dan mereka menjalankan disiplin-disiplin tersendiri yang membuat itu semua menjadi mungkin. (hal. 225). Namun, tidaklah mudah untuk mencapai realitas Tuhan. Seorang sufi dituntut untuk mencintai Tuhan dan menomorsatukan Tuhan diatas segalanya.&lt;br /&gt;Untuk memanifestasikan prioritas dalam mencintai Tuhan maka perlu ada realisasi tindakan (action) dalam bentuk kesabaran, kebijaksanaan atau kearifan dan melayani orang lain. Sabar adalah salah satu “sandi” atau “kunci” untuk membuka semua pintu-Nya. James dan Robert menjelaskan bahwa sabar merupakan maqam spiritual yang sangat penting sebab ia merupakan setengah dari iman. Kebijaksanaan atau kearifan, adalah sesuatu yang universal kita bisa menemuknnya dimana saja dan kapan saja, ia sesuatu yang lintas batas. Sedangkan melayani orang lain dalam pengertian yang riil, adalah melayani Tuhan, dan pelayanan ini dinilai orang-orang suci sebagai bentuk ibadah tertinggi. Salah satu pelayanan terbesar adalah membantu orang lain yang terluka dan mengangkat mereka yang terjatuh. Dengan pelayanan, para sufi memaksudkannya dengan pelayanan demi Tuhan semata tanpa ada sedikitpun pikiran untuk minta imbalan (pamrih). Sebab dengan melayani makhluk esensinya kita melayani Sang Khalik.&lt;br /&gt;Buku yang berjudul Nyanyi Sunyi Seorang Sufi menjelaskan bahwa jalan sufi bukanlah jalan meninggalkan diri dari dunia sebagaimana pemahaman kita selama ini, tetapi sebuah jalan dalam mencari Tuhan. Robert Frager Al-Jerrahi, dengan piawainya menghadirkan ungkapan tokoh sufi kontemporer, Syekh Muzaffir yang merumuskan “Biarkan tanganmu sibuk dengan tugas-tugasmu di dunia dan biarkan hatimu sibuk dengan tuhan”. Sebenarnaya ada dua pendekatan terhadap dunia. Pertama, memandang bahwa surga itu terpisah dari dunia. Kedua, surga (dan neraka) ada di dunia ini. Para sufi mengatakan bahwa dunia ini dapat menjadi surga ketika kita saling mengasihi dan saling melayani. Dunia ini juga bisa menjadi neraka ketika kita mengalami sakit, pengkhianatan dan kehilangan cinta kasih.&lt;br /&gt;Adapun mainstream James Fadiman dan Robert Frager Al-Jerrah, penjelasannya mengenai Tuhan dan materi bahwa segala sesuatu adalah permukaan dan cerminan Tuhan, apapun yang kita lihat,seperti kutu, debu, virus, bakteri, orang yang istimewa, sederhana dan orang miskin adalah sebuah manifestasi Tuhan. Hasil kontemplasi dari kedua penulis tersebut berbeda dengan Kautsar Azhari Noer dalam bukunya, Tasawuf Perenial, Kearifan Kritis Kaum Sufi yang menjelaskan bahwa Tuhan sama sekali tidak sama dengan materi dan perlu pemisahan antara keduanya. Materi bukanlah manifestasi dari eksistensi Tuhan dan hanya dalam level tertentu seorang sufi mencapai Manunggaling Kawulo Gusti. Tapi esensinya materi dan Tuhan adalah dua unsur yang terpisah.&lt;br /&gt;Seorang sufi memilikai pengalaman-pengalaman tersendiri dalam berkomunikasi dengan Tuhan. Ada pengalaman yang sangat mendalam yakni pengalaman ekstatik dimana seorang sufi terangkat jiwanya dari badan. Pengalaman mistis sebenarnya untuk mengetahui Tuhan, menguak tabir-tabir yang terentang antara seorang hamba dengan Tuhan. Tabir itu adalah kebiasaan dan pikiran yang mencegah kita dari ingat dan menyadari hubungan langsung kita dengan Tuhan. Tuhan telah menyampaikan melalui Nabi Muhammad saw., “Ada 70 ribu tabir antara kamu dan Aku, dan tidak ada selubung antara Aku dan kamu.” (hal. 95)&lt;br /&gt;Suatu pengalaman spiritual yang paling dalam bisa datang kepada kita kapanpun dan dimanapun. Ini adalah pengalaman spiritual yang kaya dan menguntungkan, saat-saat dimana hijab antara kita dan Tuhan begitu tipis. Saat mata hati kita terbuka hingga dapat melihat realitas dalam yang tersembunyi di balik bentuk-bentuk luar dunia ini, dan saat telinga hati kita terbuka yang dapat mendengarkan apa yang tersembunyi di balik kata-kata dan kita bisa mendengar kebenaran, Kita bisa merasakan kehadiran-Nya dan lebih dari itu bisa mencapai puncak “mabuk” bersama Tuhan, keadaan dimana sebuah kunjungan khusus yang mengangkat jiwa keluar dari badan dan membawanya menuju yang lebih tinggi, yakni tingkat kesadaran yang berbeda, yang merelatifkan tingkatan normal kita secara dramatik, bahkan sulit untuk membedakan antara Sang Pencipta dengan makhluk-Nya. Dalam sebagian besar ajaran-ajaran agama, ada persetujuan bahwa hati manusia bisa dibuka melalui sembahyang atau doa, penderitaan, kebijaksanan dan cinta.&lt;br /&gt;Sufisme mengajarkan kepada kita dengan beragam cara untuk sampai kepada Tuhan, melangkah menuju tujuan besar, yakni realisasi diri dan realisasi Tuhan, seperti dengan ibadah, cinta, disiplin diri. Pantaslah buku ini dinikmati mereka (hamba) yang mencintai Tuhan pada umumnya, para santri dan akademisi yang konsentrasi Islamic Studies sebagai “menu makanan” mereka untuk mecapai “kekenyangan” bersama Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-4002479535510572375?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/4002479535510572375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=4002479535510572375&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/4002479535510572375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/4002479535510572375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/06/resensi-sufistik.html' title='Resensi Sufistik'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEZJ6vGgMBI/AAAAAAAAAE0/hnK0qwxZTLI/s72-c/ada.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-7058938604702741460</id><published>2008-06-04T08:48:00.001+04:00</published><updated>2008-06-04T08:50:59.045+04:00</updated><title type='text'>Resensi Sejarah Filsafat China</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYfDfGgL_I/AAAAAAAAAEk/HkqtpupDfQ0/s1600-h/SAmpul%20Fil.%20sejarah%20Cina.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207884163849400306" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYfDfGgL_I/AAAAAAAAAEk/HkqtpupDfQ0/s320/SAmpul%2520Fil.%2520sejarah%2520Cina.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;ASAL-USUL ALAM PIKIRAN CINA,&lt;br /&gt;MEMBACA AKAR TRADISI FILSAFAT CINA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;Judul Buku      : Sejarah Filsafat Cina&lt;br /&gt;Penulis             : Fung Yu-Lan&lt;br /&gt;Penerbit           : Pustaka Pelajar, Yogyakarta&lt;br /&gt;Cetakan            : 1, November 2007&lt;br /&gt;Tebal                : V + 458 Halaman&lt;br /&gt;Peresensi         : IQRO' ALFIRDAUS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;Kedudukan filsafat dalam peradaban Cina bisa disamakan dengan kedudukan agama pada peradaban-peradaban lain. Di Cina, filsafat selalu menjadi perhatian bagi setiap orang yang berpendidikan. Pada masa lalu, jika seseorang merupakan orang yang berpendidikan, maka pendidikan pertama yang ia terima adalah filsafat. Ketika anak-anak masuk sekolah, maka Buku Yang Empat (The Four Book) adalah pegangan wajib, yang terdiri dari Untaian Ajaran Confucius (Confucius Analects), Buku Mencius (Book of Mencius), Pelajaran Agung ( The Great Learning), dan Doktrin Jalan Tengah (The Doctrine of the Mean).&lt;br /&gt;Dari tradisinya ini, filsafat Cina bertolak dari agama Confucianisme, Taoisme, dan Buddhisme. Sebagian orang mangatakan bahwa Confucianisme adalah agama, bukan filsafat. Tetapi sesungguhnya Confucianisme itu bukanlah agama, sama halnya dengan Platonisme atau Aristotelianisme. Memang, benar dalam Buku Yang Empat yang menjadi Bibel bagi orang Cina seakan-akan Confucianisme adalah agama. Tetapi di buku tersebut tidak terdapat kisah tentang penciptaan dan tidak menyebutkan tentang surga atau neraka.&lt;br /&gt;Istilah filsafat dan agama keduanya bersifat ambigu. Tetapi bagi orang Cina filsafat dan agama adalah satu-kesatuan yang utuh, yang tak dapat dipisahkan karena kehidupan adalah perjalan reflektif. Orang Cina percaya dari alam semesta pikiran mampu melahirkan konsep tentang kehidupan, konsep tentang alam semesta, dan konsep tentang pengetahuan melalui pemikiran reflektif tersebut.&lt;br /&gt;Agama juga mempunyai hubungan dengan kehidupan. Dalam inti setiap agama besar ada suatu filsafat, kenyataanya, setiap agama besar adalah suatu filsafat dengan superstruktur tertentu, yang terdiri dari tahayul-tahayul, dogma-dogma, ritual-ritual, dan institusi-institusi. Jika orang memahami agama sebagai pengertian ini, yang sesungguhnya tak berbeda dengan penggunaan secara umum, maka orang melihat bahwa Confucianisme tidak bisa dimengerti sebagai sebuah agama.&lt;br /&gt;Tentang Taoisme, terdapat perbedaan Taoisme sebagai filsafat, yang disebut dengan Tao chia (mahzab Tao) dengan Tao sebagai agama (Tao chiao). Ajarannya tidak hanya berbeda, tetapi bahkan kontradiktif. Taoisme sebagai filsafat mengajarkan doktrin agar manusia mengikuti alam, sedangkan Taoisme sebagai agama mengajarkan doktrin agar manusia menentang alam. Misalnya, menurut Lao Tzu dan Chuang Tzu, kehidupan yang diikuti oleh kematian adalah jalan alam, dan manusia harus mengikuti jalan alam ini dengan tenang. Tetapi ajaran utama Tao adalah prinsip dan teknik bagaimana cara menghindari kematian, yang jelas merupakan usaha menentang alam. Agama Tao memiliki jiwa ilmu pengetahuan, yang berusaha menaklukkan alam.&lt;br /&gt;Ada juga perbedaan Buddhisme sebagai sebuah filsafat yang disebut Fo hsueh (Ajaran Budha) dan Buddhisme sebagai agama, yang disebut Fo chiao (agama Budha). Bagi orang Cina yang terpelajar, filsafat Budha lebih menarik daripada agama Budha. Sering sekali kita melihat rahib Budha dan rahib Tao sama-sama ikut serta dalam upacara kebaktian pemakaman Cina. Orang-orang bahkan memahami agama mereka sebagai kefilsafatan.&lt;br /&gt;Menurut tradisi filsafat Cina, fungsi filsafat bukan untuk menambah pengetahuan positif (informasi yang sesuai dengan kenyataan), tetapi untuk meningkatkan taraf jiwa; suatu upaya untuk mencapai apa yang berada di luar dunia nyata saat ini, dan untuk mencapai nilai-nilai yang lebih tinggi daripada nilai-nilai moral. Sehingga seorang peneliti filsafat, yakni Charles Morris pernah menyatakan bahwa filsafat Cina adalah filsafat dunia ini. Tetapi filsafat Cina tidak dapat dipahami dari hal yang bersifat lahiriah saja. Sejauh yang terkait dengan ajaran utama tradisi filsafat Cina, jika kita memahaminya dengan benar, tentu tidak dapat dikatakan bersifat dunia ini, juga tidak dapat dikatakan sepenuhnya bersifat dunia lain. Filsafat Cina adalah kedua-duanya.&lt;br /&gt;Dalam buku ini, Fung Yu-Lan sebagai penulisnya mengurai dengan jelas sejarah tradisi filsafat Cina klasik hingga tradisi filsafat Cina Modern. Ia memulai pembahasannya pada masa dinasti Cina pertama Hsia (2205-1766 SM) hingga dinasti Ch’ing (1644-1911 M) di mana filsafat Cina mengalami pertumbuhan dan perkembangannya, dalam persentuhannya dengan politik, ekonomi, dan budaya.&lt;br /&gt;Buku ini merupakan kajian yang komprehensif atas filsafat Cina karena dengan membacanya kita akan melihat bahwa filsafat Cina itu jauh lebih luas cakupannya daripada sekedar Confucius atau Lao Tzu, atau bahkan sekedar madzhab Confucianisme atau Taoisme yang kepadanya kedua tokoh tersebut dipertalikan.&lt;br /&gt;Selama kira-kira dua puluh lima abad, para pemikir Cina telah menyentuh hampir semua pokok bahasan utama yang menjadi perhatian para filsuf Barat, dan meskipun madzhab yang sudah menjadi bagian dari mereka sering melahirkan nama yang sama, hingga beberapa abad lamanya, namun isi ideologi aktual mereka sudah sangat berubah dari satu masa ke masa yang lain. Cina adalah sebuah negeri dengan rentetan sejarah filsafatnya yang amat panjang. Tak aneh jika teks agama, Islam misalnya, terdapat hadist, “carilah ilmu meski ke negeri Cina” itu karena pada hadist itu diturunkan bahkan jauh sebelumnya telah terjadi sebuah dialektika dan kemajuan yang mencengangkan di negeri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-7058938604702741460?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/7058938604702741460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=7058938604702741460&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/7058938604702741460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/7058938604702741460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/06/resensi-sejarah-filsafat-china.html' title='Resensi Sejarah Filsafat China'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYfDfGgL_I/AAAAAAAAAEk/HkqtpupDfQ0/s72-c/SAmpul%2520Fil.%2520sejarah%2520Cina.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-6587346784368600656</id><published>2008-06-04T08:39:00.003+04:00</published><updated>2008-06-04T08:46:24.513+04:00</updated><title type='text'>Resensi Hubungan Agama dan Negara</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYdufGgL-I/AAAAAAAAAEc/1MvcoQZhuYY/s1600-h/resensi-islam-negara.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207882703560519650" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYdufGgL-I/AAAAAAAAAEc/1MvcoQZhuYY/s320/resensi-islam-negara.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;Meretas Hubungan Antar Agama dan Negara&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;Judul Buku     : Islam Syariah Vis a Vis Negara Ideologi  Gerakan Politik di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;Penulis             : Zuly Qodir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;Penerbit          : Pustaka Pelajar, Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;Cetakan           : I, Agustus, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;Tebal Buku      : 351 Halaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;&lt;em&gt;Peresensi         : Iqro' eL. Firdauz&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Akhir-akhir ini, munculnya keinginan yang cukup kuat dan apresiatif untuk menjadikan negara sebagai negara yang berlandaskan pada sebuah agama pada umumnya dan negara Islam pada khususnya, menjadi masalah yang sangat krusial dan fundamental di kalangan umat beragama. Keinginan tersebut, kadang terus berkesinambungan pada sebuah konflik yang tak berkesudahan yang menyebabkan terjadinya peperangan ideologi maupun fisik (pertumpahan darah).&lt;br /&gt;Melihat kenyataan demikian, ada sesuatu yang mengganjal dalam hati untuk mencegah dan melarangnya. Sebab, sudah jelas disebutkan banyak intelektual muslim, bahkan dalam kitab suci pun juga, bahwa konsep negara Islam itu tidak ada. Kemungkinan besar ketika Islam dijadikan sebuah ideologi dasar negara sepenuhnya (negara Islam), maka adanya hegemoni dan dogma-dogma antarsesama umat akan mencuat ke permukaan. Jadi, sangat naïf sekali ketika suatu kaum (kelompok) ingin menjadikan negara Islam umumnya. Padahal sudah sangat jelas disebutkan para cendekiawan bahwa “the Islamic cultural, yes, but the Islamic ideology, no”.&lt;br /&gt;Selama ini, ketika kita perhatikan lebih mendalam, maka, akan tampak bahwa dari dahulu hingga sekarang, hubungan antara Islam dengan negara masih dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Mulai dari norma-norma yang berlaku sampai pada sistem yang menjadi landasannya. Di mana, negara di satu sisi ingin menjalankan pemerintahannya sendiri dan Islam pun juga ingin menerapkan syariatnya di sisi yang lain. Dengan demikian, terjadilah suatu hubungan tidak harmonis yang cenderung antara agama (Islam) dan negara berjalan pada porosnya masing-masing dan bersifat ekslusif. Bukankah antara agama dan negara harus saling mengisi, setidaknya agama itu menjadi sistem kontrol terhadap negara agar sejalan dengan konsep ajaran Islam umumnya.&lt;br /&gt;Pada awalnya, terdapat tiga sistem hubungan antara keduanya yang hingga kini masih sering dipermasalahkan oleh para cendekiawan. Pertama, hubungan paralel. Dalam hal ini, terdapat suatu relasi yang tidak sejalan antara agama dan negara. Di mana, antara keduanya sama-sama jalan dan menerapkan sistem (pemerintahan) yang dimilikinya sendiri-sendiri. Agama menjalankan dan berjalan pada sistem kepentingannya sendiri. Negara pun juga demikian adanya dan hanya mementingkan keinginannya masing-masing. Sehingga terjadilah suatu konsep yang tidak sejalan dan sepaham yang kemudian antara keduanya tidak akan pernah bertemu dan bertutursapa sampai kapan pun.&lt;br /&gt;Sementara, yang diinginkan banyak kalangan adalah adanya suatu hubungan dan adanya pertemuan antar-keduanya. Kedua, hubungan linier. Hampir sama dengan hubungan yang pertama, namun, ada perbedaan yang sedikit mencolok. Dalam arti bahwa antara agama dan negara itu sama-sama jalan akan tetapi pada akhirnya akan menemukan jalan kebuntuan. Dengan lain ungkapan, salah satu dari mereka akan menafikan yang lain dan akan terjadi hegemoni dan dogma-dogma bahwa ada salah satunya yang menjadi primadona (negara atau agama). Mereka hanya menganggap bahwa itulah satu-satunya yang paling benar. Padahal, masih ada yang lebih unggul darinya. Meski hal itu tidak sepenuhnya sesuai, paling tidak, ada sedikit kesesuaian. Singkat kata, di sini, masih ada pendikotomian yang sifatnya hanya mementingkan dan menganggap bahwa dirinyalah yang paling benar (agama atau negara). Ketiga, hubungan sirkuler. Dalam hubungan ini, antara agama dan negara, sama-sama mempunyai posisi yang cukup penting dalam masyarakat. Artinya, sama-sama jalan dan mempunyai suatu hubungan yang saling mengontrol. Dengan begitu, adanya kekakuan, rigiditas, dan kekurangan, bahkan ketidaksesuaian antara keduanya dapat dikurangi dan akan berkurang yang kemudian akan tercipta suatu hubungan yang harmonis dan adanya saling keterkaitan antar-keduanya. Sehingga, hal ini dapat menjadi kontrol dan dapat saling mengisi kekurangan yang melekat pada diri masing-masing dan harus bisa menerima kekurangan-kekurangan, baik yang sifatnya intern maupun ekstern.&lt;br /&gt;Dengan demikian, diperlukan suatu hubungan yang cukup berarti antara agama dan negara, di mana, agama itu bisa menjadi sistem kontrol dan melengkapi kekurangan yang terdapat pada sebuah negara. Begitu juga negara bisa menjadi kontrol untuk agama, yang mana agama itu, agar tidak menjalankan keinginannya sendiri secara individu, melainkan harus ada campur tangan negara agar tercipta suatu tatanan kehidupan yang sejahtera dan berlandaskan pada agama (Islam) dan negara.&lt;br /&gt;Buku ini sangat penting dibaca, bahkan dijadikan bahan acuan untuk melihat dan meninjau ulang hubungan antara agama dan ngara. Di sini, juga dijelaskan bagaimana hubungan antara keduanya yang semestinya, baik dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi dan budaya dalam realitas keberagamaan. Buku ini juga akan banyak membantu dan menjawab permasalahan yang paling krusial yang menjadi gejolak selama ini, bahwa konsep ngara yang berideologi Islam (ngara Islam) itu tidak ada dan tidak akan pernah ada. Untuk itu, tidak ada salahnya Ada membaca dan memilikinya untuk menambah khazanah pengetahuan dalam ruang lingkup relasi antar-agama dan negara yang ideal menurut Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-6587346784368600656?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/6587346784368600656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=6587346784368600656&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/6587346784368600656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/6587346784368600656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/06/resensi-hubungan-agama-dan-negara.html' title='Resensi Hubungan Agama dan Negara'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYdufGgL-I/AAAAAAAAAEc/1MvcoQZhuYY/s72-c/resensi-islam-negara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-6933705952621288901</id><published>2008-06-04T07:59:00.008+04:00</published><updated>2008-06-04T08:31:05.057+04:00</updated><title type='text'>Karena Kita Butuh Membaca Buku</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207877618319241154" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYZGfGgL8I/AAAAAAAAAEM/IQHZfs44X5c/s320/Komunitas_6-e54f3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYYwPGgL5I/AAAAAAAAAD0/Xzejd6XAtys/s1600-h/buku.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207877502355124146" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYY_vGgL7I/AAAAAAAAAEE/6RDVNpzmVH4/s320/bukudrpameran.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207877347736301474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYY2vGgL6I/AAAAAAAAAD8/yGjR6MBx3r8/s400/buku.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207877128692969346" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYYp_GgL4I/AAAAAAAAADs/AxCF6aeq0fo/s320/472394646_903674ac5c.jpg" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207876974074146674" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" height="220" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYYg_GgL3I/AAAAAAAAADk/ZgM7WzRpMNA/s320/05pamera.gif" width="324" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207876853815062370" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYYZ_GgL2I/AAAAAAAAADc/QIoCi_SFNnc/s320/04.jpg" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207876707786174290" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYYRfGgL1I/AAAAAAAAADU/UTsACitVbsQ/s320/minat_baca1.jpg" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207876514512645954" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYYGPGgL0I/AAAAAAAAADM/Lhi6tR2iLEQ/s320/03.jpg" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207872069221494578" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYUDfGgLzI/AAAAAAAAADE/nSu-H6EMsMY/s320/tumpukan+buku.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYTjvGgLyI/AAAAAAAAAC8/erwQPudP2Zw/s1600-h/ttt.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207871523760647970" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYTjvGgLyI/AAAAAAAAAC8/erwQPudP2Zw/s320/ttt.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYTd_GgLxI/AAAAAAAAAC0/diomGU4Fibk/s1600-h/pair+reading.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207871424976400146" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYTd_GgLxI/AAAAAAAAAC0/diomGU4Fibk/s320/pair+reading.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207871309012283138" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYTXPGgLwI/AAAAAAAAACs/GeHetVv7LVc/s320/ist2_5348590_colorful_book_stack.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-6933705952621288901?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/6933705952621288901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=6933705952621288901&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/6933705952621288901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/6933705952621288901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/06/karena-kita-butuh-membaca.html' title='Karena Kita Butuh Membaca Buku'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYZGfGgL8I/AAAAAAAAAEM/IQHZfs44X5c/s72-c/Komunitas_6-e54f3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-1801225124892950483</id><published>2008-06-03T12:38:00.002+04:00</published><updated>2008-06-04T08:36:31.353+04:00</updated><title type='text'>Resensi Penguasa Diktator Dunia</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYbc_GgL9I/AAAAAAAAAEU/C1em_Te5tI0/s1600-h/TANGAN%20BESI.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207880203889553362" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYbc_GgL9I/AAAAAAAAAEU/C1em_Te5tI0/s320/TANGAN%2520BESI.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;Menguak Kekejian Diktator Dunia&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Judul Buku      : Tangan Besi: 100 Tiran Penguasa Dunia&lt;br /&gt;Penulis             : Monsanto Luka&lt;br /&gt;Penerbit          : Galangpress, Yogyakarta&lt;br /&gt;Cetakan           : 1, 2008&lt;br /&gt;Tebal               : 291 Halaman&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Peresensi        : Iqro' Alfirdaus&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Diktator berasal dari bahasa Latin, dictare, yang artinya berkata, bersabda. Oleh Jules Archer, diktator diartikan sebagai seorang penguasa yang mencari dan mendapatkan kekuasaan mutlak pemerintahan tanpa (biasanya) memperhatikan keinginan-keinginan nyata rakyatnya. Kekuasaan mutlak itu dapat diperolehnya baik dengan jalan sah (misalnya lewat pemilihan umum) ataupun tak-sah (misalnya kudeta). Dengan begitu, seorang diktator bukan melulu pribadi rusak, kejam, tak bermoral. Ada diktator yang taat agama. Ada pula yang bersahaja. Ada yang ilmuwan universitas.&lt;br /&gt;Kemunculannya seringkali dengan memanfaatkan masa-masa ketidakpuasan dan pertentangan penduduk sipil. Bila telah mendapatkan dan mengurat-akarkan kekuasaannya, seorang diktator biasanya akan terang-terangan memakai teror untuk menyingkirkan usaha-usaha menggulingkannya. Selain cara itu, seorang diktator juga memakai “taktik pecah-belah dan lumpuhkan.” Akibatnya, gaya pemerintahannya adalah pemerintahan terpusat dan kuat yang memperlemah pemerintahan-pemerintahan lokal.&lt;br /&gt;Popularitas adalah hal penting bagi seorang diktator. Sewajarnya bila ia sering meneriakkan perang pada negara lain atau mempengaruhi rakyat agar menentang kekuatan-kekuatan besar dunia. Dengan begitu, popularitasnya di mata rakyat naik, semua perhatian hanya tertuju pada musuh. Adapun dirinya dan kekuasaannya terlupakan oleh rakyat banyak yang sedang terbius. Mereka sebagai sebuah bangsa, telah dijadikan masyarakat yang tertutup. Hal ini dilakukan dengan pengendalian ketat surat kabar-surat kabar, radio, televisi, film, pemikiran-pemikiran, dan menggunakan semua itu untuk propaganda.&lt;br /&gt;Bangsa yang terbiasa dengan penjajahan, seringkali menerima kediktatoran dengan masa bodoh. Bahkan sering seorang diktator dianggap sebagai pahlawan pada mulanya. Karena terbiasa taat dengan penindasan, mereka memilih bersikap bungkam sambil berharap pada pemerintah yang mengontrol hidup mereka. Mereka terima sebagai hal yang normal jika satu tokoh-kuat tetap pada kekuasaannya, sampai pada saat digulingkan lagi oleh sosok yang lebih kuat.&lt;br /&gt;Para diktator yang sering digambarkan sebagai sosok yang tangannya berdarah-darah, memerintah dengan tangan besi, membunuh semua lawan politik dan musuh-musuhnya. Mereka melakukan apapun saja demi memcapai segala yang diinginkannya. Tidak memandang saudara, keluarga atau teman. Semuanya disingkirkan demi sebuah kekuasaan. Mereka memimpin negara dengan sangat keji. Kekerasan adalah jalan menuju kejayaan.&lt;br /&gt;Pada bangsa Eropa, kediktatoran biasanya lahir dari rahim revolusi. Sedangkan pada negara-negara Amerika latin, kediktatoran biasanya muncul karena kudeta militer dan dukungan Yankee (baca;AS) untuk melindungi investasi Amerika di sana. Pada negara-negara bekas jajahan kolonial seperti Cina dan Indonesia, kediktatoran lebih disebabkan oleh sikap masa bodoh rakyat terhadap pemerintahan. Kediktatoran mengakibatkan penderitaan yang panjang bagi sebagian besar rakyatnya. Korban jiwa manusia akibat perang, pembunuhan politik, dan pembantaian massal menjadi bagian kelam sepak terjangnya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kehadiran buku ini adalah sumbangan besar bagi perkembangan pengetahuan di tanah air, khususnya sejarah yang berhubungan dengan para diktator atau tiran yang terkenal dalam kepemerintahannya dengan tangan besi. Membaca buku ini, pembaca setidaknya mendapatkan, pertama, bagaimana kebengisan dan kekejian seorang diktator yang ada pada masa lampau hingga sekarang. Dan kedua, faktor-faktor yang menentukan bagi lahirnya kediktatoran antara lain: kemiskinan, depresi ekonomi dunia, perang, dan juga dukungan pihak luar.&lt;br /&gt;Namun, yang perlu diketahui oleh pembaca bahwa buku ini hanya seperti sebuah klipingan dengan sampul yang meyakinkan seolah-olah menunjukkan bahwa isinya sangat menarik dan sesuai dengan apa yang terdapat pada sampulnya. Isi buku ini hanya sebagiaan saja yang secara detail menjelaskan tentang kediktatoran penguasa di dunia, selebihnya hanyalah sebuah informasi tentang nama sang diktator dan tempat di mana ia berkuasa.&lt;br /&gt;Meskipun buku ini menjelaskan sedikit tentang 100 tokoh tiran di dunia dalam menjalankan kepemimpinannya yang dengan tanpa rasa kemanusiaan melakukan bermacam kejahatan dan pelanggaran terhadap HAM, baik dalam sektor politik dan perekonomian, tetapi sebenarnya buku ini mengajak kita untuk merenungkan apakah pada pemeritahan kita saat ini mengalami hal tersebut.&lt;br /&gt;Penguasa diktator atau tiran tidak hanya hidup di masa lampau. Di zaman modern ini pun mereka masih bisa eksis. Demokrasi mereka kebiri. Roda kekuasaan fasistis justru lancar menggilas. Kekuasaan haus tumbal itu meraja di mana-mana. Buku ini membeberkan siapa saja penguasa dunia yang mencaplok negara dengan tangan besinya: totaliter dan bengis. Ada Adolf Hitler, Fidel Castro, Mao Tse-Tung, Augusto Pinochet, Benito Mussolini, Mabutu Sese Seko, Gengis Khan, Elizabeth Bathory, Saddam Husein, hingga Soekarno. Tidak tertinggal Soeharto mantan Orde Baru yang 27 Januari 2008 lalu tutup usia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-1801225124892950483?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/1801225124892950483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=1801225124892950483&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/1801225124892950483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/1801225124892950483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/06/resensi-penguasa-diktator-dunia.html' title='Resensi Penguasa Diktator Dunia'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEYbc_GgL9I/AAAAAAAAAEU/C1em_Te5tI0/s72-c/TANGAN%2520BESI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-4525786241475084530</id><published>2008-06-03T12:34:00.001+04:00</published><updated>2008-06-03T12:37:36.985+04:00</updated><title type='text'>Resensi Strategi Politik Kebudayaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEUCyfGgLsI/AAAAAAAAACM/IOEVpNiOfTk/s1600-h/lesbumi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207571610489335490" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEUCyfGgLsI/AAAAAAAAACM/IOEVpNiOfTk/s320/lesbumi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#9999ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;MENGUNGKAP POLITIK KEBUDAYAAN KAUM BERSARUNG&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#9999ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;Judul Buku : Lesbumi: Strategi Politik Kebudayaan&lt;br /&gt;Penulis : Choirotun Chisaan&lt;br /&gt;Penerbit : LKiS&lt;br /&gt;Cetakan : I, Maret 2008&lt;br /&gt;Tebal : V+247 Halaman&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peresensi : Iqro' Alfirdaus&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada masa “Demokrasi Terpimpin” lembaga seni budaya banyak yang berafiliasi dengan partai. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa seni budaya telah dimanfaatkan secara ekstensif sebagai alat tindakan politik. Hampir dapat dipastikan partai politik yang berbasis massa besar hingga yang terkecil memiliki lembaga seni budayanya masing-masing. Yang pada pempublikasiannya, akhirnya memicu timbulnya polemik dalam domain kebudayaan. Polemik tersebut berawal dari persoalan ‘Timur dan Barat’ (1930-an) sebelum terbentuknya lembaga kesenian dan kebudayaan, yang mengkerucut pada persoalan ‘Kebudayaan Nasional dan Kebudayaan Dunia’ (1950-an), dan ‘Politik Aliran Kebudayaan’ (1960-an) setelah lembaga kesenian dan kebudayaan terbentuk.&lt;br /&gt;Buku yang berjudul Lesbumi: Strategi Politik Kebudayaan yang di tulis oleh Choirotun Chisaan ini hendak mengungkap sisi lain NU yang selama ini diidentikkan dengan organisasi kaum bersarung sebagai partai politik Islam dalam pergaulannya, yang juga mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia demi menjawab segala tantangan modernitas yang terjadi pada saat itu dengan lembaga keseniannya Lesbumi (Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia).&lt;br /&gt;Indonesia yang berada dalam proses pembentukan negara-bangsa menghadapi banyak tantangan baik dari dalam maupun luar negeri, yang memerlukan pembenahan dalam berbagai sektor kehidupan. NU mempunyai badan otonom yang mencerminkan perhatiannya pada masalah pendidikan, sosial, dakwah, perempuan, pemuda, dan buruh. Dalam perkembangan selanjutnya, bagian-bagian dan badan-badan yang otonom yang ada di tubuh NU semakin bertambah seiring meluasnya perhatian pada masalah lain. Termasuk Lesbumi yang dibentuk pada tahun 1962 yang berkonsentrasi pada seni budaya.&lt;br /&gt;Ada dua faktor yang mendorong lahirnya Lesbumi. Pertama adalah faktor ekstern, yang meliputi; dikeluarkannya Manifesto Politik pada tahun 1959, pengarusutamaan Nasakom dalam tata kehidupan sosio-budaya dan politik Indonesia pada tahun 1960-an, dan perkembangan Lekra (1950), organisasi kebudayaan yang sejak akhir tahun 1950-an dan seterusnya semakin menampakkan kedekatan hubungan dengan PKI baik secara kelembagaan maupun ideologis. Kedua, adalah faktor intern yakni, kebutuhan pendampingan terhadap kelompok-kelompok seni budaya di lingkungan nahdiyyin, dan kebutuhan akan modernisasi seni budaya.&lt;br /&gt;Lesbumi adalah merupakan reaksi terhadap perkembangan Lekra, karena kemunculannya baru pada tahun 1962, dua belas tahun setelah kelahiran Lekra. Akan tetapi, kelahiran Lesbumi dalam konteks politik kebudayaan merupakan satu kemestian, satu conditio sine qua non atas jalannya revolusi Indonesia yang menganut gagasan Nasakom Soekarno. Kemestian inilah yang menegaskan kehadiran Lesbumi bukan untuk mendirikan organisasi kebudayaan. Kehadiran Lesbumi juga merupakan reaksi terhadap berbagai macam tantangan yang datang dari berbagai arah yang mengitari kaum muslimin.&lt;br /&gt;Lesbumi membawa warna yang berbeda dari Lekra. Lesbumi membawa genre “religius”. Ia merupakan manifestasi dari cita-cita dan gagasan kesatuan Nasakom Soekarno yang meniscayakan terhadap agama sebagai unsur mutlak dalam nation and character building di bidang kebudayaan. Pendefinisian ini sejalan dengan tujuan revolusi Indonesia yang menginginkan tercapainya masyarakat yang adil makmur lahir batin yang diridlai Allah. Diyakini bahwa jalannya revolusi Indonesia, sebagaimana dinyatakan dalam Manifesto Politik, menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa di dalam kesatuan Pancasila sebagai landasan ideal.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan itu, penegasan Soekarno bahwa pancasila adalah satu hogere optreking dari pada Deklartion of Independence (yang tidak membawa keadilan sosial bagi sosialisme) dan Manifesto Komunis (yang harus disublimir dengan Ketuhanan Yang Maha Esa) memunculkan acuan penting mengenai sosialisme yang bertaut dengan religiusitas di dalam praktik kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Humanisme religius adalah istilah yang muncul sebagai turunan. Yang dalam konteks Lesbumi, religiusitas menjadi tendensi, bukan hanya dalam ekspresi dan produksi seni budayanya, melainkan juga aktivis-aktivis yang menggerakkannya seperti yang dikemukakan oleh tiga tokohnya, Djamaluddin Malik, Usmar Ismail dan Asrul Sani.&lt;br /&gt;Lesbumi dengan semboyan Humanisme religius&amp;shy;-nya juga memberikan alternatif baru dalam polemik dalam mementukan arah kebudayaan yang terjadi antara Lekra yang beraliran realisme sosialis dan Manifes Kebudayaan yang beraliran humanisme universal. Lesbumi menolak jargon “politik adalah panglima” yang menjadi motor penggerak aktivitas Lekra, dan semboyan “seni untuk seni” (l’ art pour l’ art) yang menjadi elan vital Manifes Kebudayaan.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, buku ini sangat menarik sebab memaparkan upaya NU mencari relasi antara agama, seni, dan politik hingga Lesbumi resmi dibentuk. Sebagai organisasi kebudayaan di bawah naungan NU, Lesbumi telah melakukan kopromi politik dan agama dalam konteks “kemusliman” melalui pendefinisian kebudayaan “Islam”. Dalam konteks yang lebih luas, upaya ini merupakan wujud dari respon NU terhadap modernitas. Dari buku ini kita dapat melihat bahwa NU sebagai ormas tidak hanya berkecimpung dalam bidang sosial, politik, dan keagamaan, tetapi juga kebudayaan.&lt;br /&gt;Lesbumi meski secara kelembagaan telah hilang namun, sebagai lembaga kesenian dan kebudayaan yang berada di bawah naungan NU, ia telah memberi sumbangan besar terhadap tumbuh dan berkembangnya kebudayaan Indonesia terkubur dalam ingatan yang terlupakan. Kehadiran buku ini sangat pantas untuk dibaca oleh berbagai kalangan terutama pengamat sejarah, politik, dan kebudayaan. Karena selama ini dalam perbincangan sejarah, politik, dan kebudayaan Lesbumi kurang disinggung kalau tidak mau dikatakan teracuhkan peranannya dalam pertumbuhan dan perkembangan sejarah seni dan kebudayaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-4525786241475084530?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/4525786241475084530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=4525786241475084530&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/4525786241475084530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/4525786241475084530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/06/resensi-strategi-politik-kebudayaan.html' title='Resensi Strategi Politik Kebudayaan'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEUCyfGgLsI/AAAAAAAAACM/IOEVpNiOfTk/s72-c/lesbumi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-7345256647098791420</id><published>2008-06-03T12:30:00.002+04:00</published><updated>2008-06-03T12:33:45.230+04:00</updated><title type='text'>Resensi Pendidikan Islam</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEUB3_GgLrI/AAAAAAAAACE/au-NrdIOQ68/s1600-h/islam.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207570605466988210" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEUB3_GgLrI/AAAAAAAAACE/au-NrdIOQ68/s320/islam.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;span style="color:#339999;"&gt;&lt;strong&gt;MEWUJUDKAN PENDIDIKAN ISLAM TRANSFORMATIF&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Judul Buku : Pendidikan Islam Transformatif&lt;br /&gt;Penulis : Dr. Mahmud Arif&lt;br /&gt;Penerbit : LKiS, Yogyakarta&lt;br /&gt;Cetakan : I, Februari 2008&lt;br /&gt;Tebal : 309 Halaman&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Peresensi : Iqro' Alfirdaus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Di akui atau tidak, pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dalam kehidupan manusia baik sebagai individu, kelompok maupun sosial-kenegaraan. Sebab, tidak meungkin suatu bangsa akan cerdas dan pintar tanpa pendidikan. Dan tidak mungkin pendidikan berjalan tanpa guru. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Guru adalah orang yang patut digugu dan ditiru, di asamping itu guru sering disebut pahlaan tanpa jasa. Itulah pandangan umum tentang pendidikan dan proses belajar mengajar khususnya dalam suatu bangsa.&lt;br /&gt;Demikian juga tentang pendidikan islam yang akhir-akhir ini menjadi suatu kebutuhan paling sentral khususnya umat muslim dan masyarakat secara umum. Karena, mayoritas masyarakat indonesia adalah muslim maka hal ini menuntut mereka paling tidak bisa dan mengetahui serta paham pendidikan islam pada khususnya. Pendidikan islam adalah sebagai wadah dengan aneka warna untuk membentuk kehidupan masyarakat lebih baik dan bermoral secara islami.&lt;br /&gt;Pada awal perkembangan pendidikan islam pada umumnya berlangsung secara dogmatis. Mereka menganggap bahwa semuanya harus sesuai dan mengarah terhadap kitab-kitab klasik yang dikarang oleh ulama salaf. Sehingga ketika tidak sesuai maka mereka cenderung melarang dan bahkan mengharamkan. Perbedaan pendapat bermunculan dan seringkali saling mangkafirkan satu sama lain. Dengan alasan itulah, kebanyakan masyarakat menganggap bahwa pendidikan islam terdahulu pada khususnya telah final, ideal, dan tak perlu dikaji ulang. Sehingga semuanya harus sesuai dengan hasil ijtihad para ulama klasik. Oleh sebab itu, hal ini hanya akan menjadikan pendidikan islam itu sendiri sulit berkembang dan bahkan akan mengalami ke-mandeg-an. Yang kemudian cenderung menutup diri dan bersifat tertutup (ekslusif). Sehingga yang terjadi di sini hanyalah pengulangan-pengulangan yang bersifat materi.&lt;br /&gt;Akan tetapi, permasalahannya sekarang apakah pendidikan islam itu akan mampu berkutat dan berdialog dengan sekian banyak perubahan dan persoalan masyarakat secara umum, ketika menutup diri dan tidak mau menerima masukan dari luar? Bukankah sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa pada hakekatnya pendidikan islam mangandung prinsip “Al-muhafadzatu ‘alal qodimish shaalih ma’al akhdzi wal ijadi bil jadiidil ashlah“ (mempertahankan budaya lama yang masih baik dan relefan disertai dengan mengambil budaya baru yang lebih baik dan relefan). Di aman, di sini agar tetap sesuai dengan konteks yang berkembang di tengah mansyarakat. Dengan demikian, dari prinsip itulah bukankah pendidikan islam itu harus terbuka lebar dan membuka jalan demi tercapainya pendidikan islam yang transpformatif. Dalam artian bahwa pendidikan islam itu harus berifat terbuka (inklusif).&lt;br /&gt;Dengan demikian, kalau pendidikan islam berifat terbuka (inklusif) maka hal ini akan menambah perkembangan dalam pendidikan islam (ilamic studies) itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan kerangka analisis epistimologi yang khas dalam pendidikan islam khususnya. Ada tiga kerangka analisis epistimologi dalam pendidikan islam. Pertama, Bayani. Sumber terpokok dalam tradisi bayani ini adalah nas, teks, dan wahyu. Dalam hal ini peran akal untuk menafsirkan hal-hal tang terkait dengan persoalan keberagamaan dan pendidikn islam, sangatlah terbatas. Karena semuanaya harus sesuai dan berpdoman terhadap teks dan wahyu. Sehingga akan membentuk dan menjadikan pendidikan islam sulit menerima realitas sosial yang ada.&lt;br /&gt;Kedua, Irfani. Kalau pada tradisi berfikir (keilmuan) bayani bersumber pada teks dan wahyu, namun pada tradisi irfani bersumber pada intuisi atau pengalaman langsung (direct eksperience). Akan tetapi tradisi pemikiran dan keilmuan irfani ini juga akan mengalami jalan kebuntuan. Sebab di sini hanya mengguanakan sumber pengalaman tanpa dibarengi dan disesuaikan dengan wahyu dan teks keagamaan. Ketiga, Burhani. Dalam tradisi keilmuan burhani ini adalah bersumber pada realitas (al-Waqi’), baik alam, sosial, dan humanitas. Di mana, dalam tradsisi burhani ini semuanya ditekankan pada korespondensi, yakni kesesuaian antara rumus-rumus yang diciptakan oleh akal manusia dengan hukum-hukum alam. Selain korespondensi, juga korelasi yakni keruntutan dan keberaturan berfikir yang logis. Dan upaya terus menerus dalam rangka menemukan dan memperbaiki serta menyempurnakan tradisi berfikir pendidikan islam.&lt;br /&gt;Namun, dalam realitasnya sekarang bahwa pendidikan islam khususnya, meskipun telah menggunakan tradisi keilmuan baik bayani, irfani, dan burhani masih cenderung berjalan pada porosnya masing-masing. Sehingga hal ini malah semakin membuat dan menambah keterpurukan dan ke-mandeg-an dalam pendidikan islam. Ini dikarenakan oleh tidak adanya dialog dan tutur sapa antara ketiga dimensi keilmuan tersebut.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, buku yang ditulis Dr. Mahmud Arif setebal 309 halaman ini memberikan suatu jalan dan terobosan baru dalam mewujudkan pendidikan islam transformatif. Yakni, dengan mengkomparasikan dan mengkolaborasikan antara ketiga dimensi kelimuan tersebut. Antara tradisi keilmuan bayani yang bersumber pada teks dan wahyu, dan irfani bersumber pada intusisi dan pengalaman, serta burhani yang bersumber pada realitas (al-Waqi’) di tengah masyarakat, maka akan terbentuk dan terwujud serta tercapai suatu pendidikan islam yang transformatif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-7345256647098791420?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/7345256647098791420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=7345256647098791420&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/7345256647098791420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/7345256647098791420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/06/resensi-pendidikan-islam.html' title='Resensi Pendidikan Islam'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEUB3_GgLrI/AAAAAAAAACE/au-NrdIOQ68/s72-c/islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-4973522060565789411</id><published>2008-06-03T12:26:00.002+04:00</published><updated>2008-06-03T12:30:08.462+04:00</updated><title type='text'>Resensi Dunia Spiritual Soeharto</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEUAh_GgLqI/AAAAAAAAAB8/os3FumOXCM8/s1600-h/tn.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207569127998238370" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEUAh_GgLqI/AAAAAAAAAB8/os3FumOXCM8/s320/tn.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#663366;"&gt;Menyingkap Mistik Soeharto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Judul Buku               : Dunia Spiritual Soeharto,&lt;br /&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;menelusuri laku ritual, tempat-tempat dan guru spiritualnya&lt;br /&gt;Penulis                      : Arwan Tuti Artha&lt;br /&gt;Tebal                         : 130 x 200 mm; 197 hlm.&lt;br /&gt;Penerbit                    : Galangpress, Yogyakarta&lt;br /&gt;                           Cetakan                     : I, 2007&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;                          Peresensi                : Iqro’ L. Firdaus*&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan panjang rezim Soeharto berkuasa selama 32 tahun memberikan kesan bahwa dialah satu-satunya presiden yang paling lama duduk di kursi birokrasi. Rezim otoritarianisme Orde Baru yang menerapkan pemerintahan secara sentralistik, represif yang ditopang dengan kekuatan militer, sehingga ia piawai menakut-nakuti masyarakat kecil. Bahkan dari beberapa peristiwa yang terjadi disebabkan oleh meliterisasi: siapa yang melawan, nyawanya harus melayang, sebagaimana isu Petrus pada tahun 1980-an. Tokoh-tokoh seperti Ahmad Wahib, Widji Tukhul, Ragil Pragolapati harus merelakan nyawanya demi kepuasan presiden kedua itu.&lt;br /&gt;Sebenarnya, Soeharto tak lebih dari manusia biasa yang disinyalir bukan berasal dari keluarga kaya, pendidikannya pun rendah dan dia anak petani dari desa Kemusuk, kecamatan Godean, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Soeharto juga tidak memperoleh pendidikan kepemimpinan, tetapi ia pintar memanfaatkan keadaan guna mempercepat mobilitas sosialnya.&lt;br /&gt;Tanpa harus membakar kemenyan atau dupa tidak terlalu sulit bagi Soeharto untuk mengubah Indonesia sesuai dengan apa yang dikehendakinya, karena kekuasaan yang digenggamnya memang sangat menakjubkan. Undang-Undang pun bisa direkayasa untuk kepentingan kekuasaan dirinya. Keberanian melakukan apa yang sesuai dengan keinginannya tidak mungkin terjadi kalau kekuasaan tak digenggamnya. Kekuasaan yang saat itu digenggam menjadi mutlak, seakan-akan seoarang Rasul yang menerima wahyu dari Tuhan. Sehingga semua orang harus mengangguk sesuai apa yang diperintahnya.&lt;br /&gt;Sebagai orang Jawa, ia punya komitmen untuk menjaga harmonisasi, hidupnya serba perhitungan. Menurut Geertz, kegemaran orang Jawa pada petung sangat terpelihara dan mereka percaya angka-angka itu berasal dari leluhurnya yang sangat keramat.(hal.37). Diakui atau tidak Soeharto dalam memegang tongkat kekuasaannya sampai dia mengundurkan diri pada 21 mei 1998, selama kurang lebih 32 tahun itu ia mempraktikkan perhitungan-perhitungan dengan semacam memilih kehidupan harmoni. Sebagaimana juga pendapat Robert Edward Elson, penulis buku Suharto, A Political Biography (2001), bahwa Soeharto selalu berhati-hati dan waspada. Ia hanya tertarik pada masa depannya sendiri. Ia akan lebih waspada lagi saat akan bergabung dengan kelompok tertentu. Ia harus yakin bahwa kelompok itu akan menang. Dia sangat pragmatis(Tempo, 17 Maret 2202).&lt;br /&gt;Dokumentasi foto-foto tempat Pak Harto melakukan tirakat dan rumah guru spiritualnya dapat kita temui. Dalam buku ini dijelaskan bahwa Soeharto adalah pribadi yang banyak dihubungkan dengan wilayah kejawen. Soeharto sangat mempercayai klenik kebatinan Jawa pedalaman yang kental, sebuah klenik yang hanya mengakui Islam dalam bentuk yang lebih estoteris dan hukum agama hanya memiliki kekuatan kecil. Klenik dalam pengertian yang luas tidak harus selalu bersifat negatif. Klenik membuat orang selalu berhati-hati, waspada dan segala sesuatunya dihitung baik buruknya, dan akan berakhir dengan baik pula. Dalam dunia inilah Soeharto menemukan kedamaian batin yang bisa menjelaskan gaya kepemimpinannya yang berkepala dingin selama bertahun-tahun.(hal.14)&lt;br /&gt;Buku yang ditulis oleh Arwan Tuti Artha menjelaskan bahwa sebelum dan selama Soeharto berkuasa ia memiliki guru spiritual, dan tak jarang ia berziarah ke tempat-tempat keramat semisal Gunung Selok dan Gunung Srandil di kawasan Cilacap. Dari kehidupan spiritualnya, Soeharto menempuh perjalanan panjang untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia dari zaman penjajahan masa kolonial Belanda, zaman Jepang kemudian masa kemerdekaan. Ia juga nglakoni seperti puasa, baginya puasa bukanlah hal yang baru dan tidak meninggalkan warisan leluhur seperti mengadakan upacara selamatan untuk keluarganya.. Kalau sudah dipahami oleh masyarakat bahwa Soeharto melakukan hal seperti itu,siapa yang berani melawan mereka?sehingga tak heran beberapa kali Soeharto mau dijerat hukum meleset bagai belut, sampai akhirnya akhir-akhir ini Soeharto menjadi polemik. Ditengah sakitnya, ada yang berpendapat Soeharto bersalah(tersangka) dalam beberapa kasus besar dan harus tetap diproses hukum. Sebab dalam pembukaan UUD, Indonesia adalah negara hukum dan hukum harus tetap ditegakkan. Ada juga yang berpendapat bahwa Soeharto dimaafkan sebab banyak budi dan perjuangan Soeharto dalam mengembangkan Indonesia. Banyak perubahan-perubahan disebabkan perjuangannya selama memegang tongkat kekuasaan.&lt;br /&gt;Pada rezim Orde Baru yang dibawanya ada dua pilar utama yang menopang kesuksesan Soeharto.Pertama, pencapaian tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan mengerahkan konsep-konsep liberalisasi ekonomi seperti pembukaan diri terhadap masuknya investasi asing dan utang luar negeri. Kedua, stabilitas politik dianggap menjadi prasyarat bagi tercapainya tujuan yang pertama itu. Pilar-pilar yang dibangun Orde Baru itu memang membuktikan kondisi ekonominya lebih baik dari sebelumnya.&lt;br /&gt;Orang boleh mengagumi apa yang terjadi selama Orde Baru berlangsung bersama para penguasa tunggalnya, yakni Soeharto. Kekuasaan yang amat luar biasa dengan militer sebagai kekuatan fisiknya itu nyaris menyamakan Soeharto dengan seorang raja yang sakti mandraguna. Apalgi dalam perkembangannya yang sangat sentralistik, semua kekuasaan bermuara pada diri Soeharto. Akhirnya buku ini patut untuk dinikmati khususnya pemerhati politik, mereka akademisi politik, para birokrat dan masyarakat pada umumnya sebagai bentuk transfering pengetahun dunia Soeharto dari pintu klenik (spiritualitas) sebab pada umumnya orang memasuki sosok Soeharto dari pintu politik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-4973522060565789411?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/4973522060565789411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=4973522060565789411&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/4973522060565789411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/4973522060565789411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/06/resensi-dunia-spiritual-soeharto.html' title='Resensi Dunia Spiritual Soeharto'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SEUAh_GgLqI/AAAAAAAAAB8/os3FumOXCM8/s72-c/tn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8328452997173334171.post-7451559027543796289</id><published>2008-06-03T10:53:00.001+04:00</published><updated>2008-06-03T12:25:34.414+04:00</updated><title type='text'>Resensi Ensiklopedi Matematika</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SET_h_GgLpI/AAAAAAAAAB0/x3vl7inm7zY/s1600-h/Cover%20Buku.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207568028486610578" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SET_h_GgLpI/AAAAAAAAAB0/x3vl7inm7zY/s320/Cover%2520Buku.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://eengfirdaus.multiply.com/photos/hi-res/upload/SEDIVwoKCs8AAGdEk5A1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;Membangun Peradaban Dengan Kecerdasan Matematis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Judul Buku : Ensiklopedi Matematika&lt;br /&gt;Penulis : Abdul Halim Fathani&lt;br /&gt;Penerbit : AR-RUZZ MEDIA&lt;br /&gt;Cetakan : 1, Mei 2008&lt;br /&gt;Tebal : 540 Halaman&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peresensi : IQRO' ALFIRDAUS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;Sejak peradaban manusia bermula, matematika selalu memainkan perananan yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan diakui atau tidak, matematika telah menjadi induk bagi terciptanya suatu peradaban. C. G. Darwin pernah menyatakan bahwa setiap penemuan baru adalah suatu bentuk matematika, oleh karena tidak ada pedoman yang kita milikli (Every new body of discovery is mathematical in form, because there is no guidance we can have ).&lt;br /&gt;Pada dasarnya, perkembangan matematika telah menjadi segala dasar dari segala penciptaan apa yang telah kia nikmati di zaman sekarang ini, dan bahkan di setiap pola kehidupan kita sebagai manusia. Betapapun primitifnya suatu kelompok manusia, matematika tetap merupakan bagian dari kebudayaan, meski dalam bentuk yang sederhana. Sehingga tidak berlebihan kiranya kalau kita mengatakan bahwa ”tanpa matematika, suatu masyarakat tidak mungkin akan berperadaban dan maju selangkah demi selangkah menuju pada kesempurnaan.&lt;br /&gt;Oleh arena itulah, kita dituntut untuk mempelajari dan mengetahui hakikat dan esensi matematika itu sendiri. Sebab dengan begitu, kita akan mempunyai sebuah kecerdasan logis yang baik, sehingga kita mampu berlaku rasional dalam menghadapi segala aspek kehidupan yang serba matematis ini.&lt;br /&gt;Namun ironisnya, tak jarang kita menemukan kebanyakan dari masyarakat saat ini yang bernggapan bahwa matematika merupakan sebuah momok yang harus di takuti, kalau bisa dibenci saat berada di bangku sekolah. Matematika dianggap sebagai hantu yang sangat menakutkan bagi anak-anak, bahkan orang dewasa sekalipun, meski tanpa sebuah alasan yang jelas.&lt;br /&gt;Begitu mendengar kata ” matematika” diucapkan, kening kebanyakan orang langsung berkerut. Di kepala mereka yang terbayang hanyalah angka-angka rumit yang susah dipecahkan, serta rumus-rumus yang susah dihafal dan dimengerti. Dan juga tak jarang matematika sering kali dipahami sebagai sesuatu yang mutlak, seolah-olah tak ada kemungkinan cara dan jawaban lain yang berbeda-beda. Murid-murid yang mempelajari matematika di sekolahpun menerima pelajaran matematika sebagai sesuatu yang mesti dan sedikitpun tak boleh salah. Pendeknya, baik di sekolah maupun di rumah, matematika menjadi beban yang menakutkan.&lt;br /&gt;Karena itulah mengapa masyarakat dan anak usia sekolah di negeri ini menjadi sangat kurang kemampuanya dalam bidang matematika. Dalam hasil penelitian Time programme of International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa indonesia menempati peringkat ke-9 dari 41 negara pada kategori literatur matematika. Sementara itu, menurut penelitian Ternds in International Mathematics and Science Study (TIMMS) matematika Indonesia berada di peringkat ke-34 dari 38 negara.&lt;br /&gt;Padahal kalau ditilik lebih dalam lagi, berdasarkan pada penelitian yang juga dilakuakan oleh TIMMS menunjukkan bahwa jumlah pelajaran matematika di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan Malaysia dan Singapura. Dalam satu tahun, siswa kelas 8 di Indonesia rata-rata mendapat 169 jam pelajaran matematika. Sementara di Malaysia, hanya mendapat 120 jam dan di Singapura 112 jam.&lt;br /&gt;Namun, dalam kenyataannya prestasi Indonesia dalam bidang matematika masih berada jauh di bawah prestasi yang dicapai kedua negara tersebut. Prestasi matematika siswa Indonesia hanya mnembus sekor rata-rata 411. Sementara itu Malaysia mencapai 508 dan Singapura 605 (400 = rendah, 475 = menengah, 550 = tinggi, 625 = tingkat lanjut). Artinya, waktu yang dihabiskan siswa Indonesia tidak sebanding dengan prestasi yang telah diraih.&lt;br /&gt;Dari situ kemudian, dapat kita simpulkan bahwa dalam bidang ke-matamatika-an, Indonesia masih tertinggal jauh dari negara-negara maju lainnya. Begitu juga ketertinggalan-ketertinggalan dalam bidang yang lainnya pun akan senantiasa mengekor, sebab ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa (saya ulangi) apabila kita pintar matematika berarti kita mempunyai semacam kecerdasan logis yang baik, sehingga kita dapat berlaku rasional terhadap berbagai aspek kehidupan yang sedang kita hadapi saat ini. Dan bahkan ada yang mengatakan “apabila seorang pintar matematika, berarti ia adalah orang cerdas”. Sehingga tidak diragukan lagi bahwa matematika mempunyai peran yang sangat penting dalam menetukan langkah kita ke dapan demi tercapainya suatu “kesempurnaan”. Sebab itulah kita dituntut untuk mempelajari matematika secara lebih mendalam.&lt;br /&gt;Namun, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah bagaimana kita bisa memahami hakikat dan esensi matematika itu sendiri, tentunya dalam sebuah masyarakat yang telah menganggap matematika sebagai suatu momok yang sangat mengerikan, dan bahkan telah dianggap sebagai beban?&lt;br /&gt;Sebagai langkah awal untuk mencintai dan memahami matematika, ada baiknya terlebih dahulu kita mengetahui dan mengenal sejarah kehidupan tokoh-tokoh matematika dalam menemukan dan mengotak-atik segala problem matemtika. Sebab dipungkiri atau tidak, matetika juga seperti aspek kehidupan manusia lainnya, memiliki sisi lain yang tak terpisahkan, yang tidak lain adalah sejarah itu sendiri.&lt;br /&gt;Maka dari itulah, buku yang berjudul “Ensiklopedi Matematika” ini menjadi sangat penting. Buku ini hadir sebagai tongkat bagi kita untuk kita bisa merancang masa depan kehidupan kita. Dengan memahami pola hidup dan proses pencarian para tokoh matematika, kita akan belajar untuk berkehidaupan dan mempertahankan diri dalam setiap tantangan kehidupan. Karena memang tidak bisa di pungkiri bahwa kehidupan kita adalah sebuah kehidupan yang serba matematis. Dengan kata lain, kita sekarang hidup atas dasar prinsip-prinsip matematis yang sangat membantu kita dalam berkehidupan dan berkebudayaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8328452997173334171-7451559027543796289?l=iqfirdaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/feeds/7451559027543796289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8328452997173334171&amp;postID=7451559027543796289&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/7451559027543796289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8328452997173334171/posts/default/7451559027543796289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqfirdaus.blogspot.com/2008/06/opini.html' title='Resensi Ensiklopedi Matematika'/><author><name>iqro'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03573835190305468575</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_rF_m7g9qQLw/SEN69PGgLjI/AAAAAAAAAAg/DcK9-aK6R-w/S220/hjiosdosd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rF_m7g9qQLw/SET_h_GgLpI/AAAAAAAAAB0/x3vl7inm7zY/s72-c/Cover%2520Buku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
